Bismillaahirrahmaanirrahiim :)
Tantangan pertama memasuki peran Ibu adalah
bijak menanggapi banjir informasi mengenai masa kehamilan, persalinan, hingga
pola asuh diawal kehidupan anak. Riuhnya isyu yang tersebar terkait fakta dan
mitos selama hamil dan pasca persalinan, tentu cukup membuat banyak ibu muda
yang kelimpungan mengelola data. Nyatanya, aktivitas new moms dengan
si kecil yang tidak menentu sudah cukup menguras tenaga, ditambah dengan
ramainya suara sekitar yang masih tercampur antara mitos dan fakta acapkali
menuai kontroversi dalam diri seorang ibu baru.
Pemberian Perlindungan
Imunisasi pada anak menjadi salah
satu isyu yang paling menghantui pada Ibu Baru. Bagi saya memberikan Perlindungan Imunisasi kepada anak, bukan hanya
perkara hak dan kewajiban anak dan orangtua, bukan pula hanya masalah
pemerintah. Pemberian Perlindungan
Imunisasi kepada anak, adalah
mengenai kebutuhan anak dan orangtua terhadap perlindungan perkembangan system
imun dalam tubuh untuk masa depan.
“Bukannya banyak ya, kasus tidak diimunisasi
tidak apa apa?” seloroh seorang teman.
Benar. Saya sendiri memiliki beberapa tetangga
yang anaknya tidak pernah diimunisasi sejak lahir dan anaknya sehat
beraktivitas. Namun kasus tersebut, hendaknya tidak dipandang satu sisi
saja.
Beberapa pertanyaan mengenai hal di atas ini ada
baiknya diajukan kepada diri kita sebagai orangtua terkait hal di atas :
· Bagaimana manfaat ASI
cukup untuk melawan kompleksnya perkembangan infeksi masa kini?
· Adakah literasi yang
terpercaya mengenai kecukupan ASI = Perlindungan
Imunisasi dari ragam penyakit?
Sebab kenyataanya : Terkadang tanpa Perlindungan Imunisasi anak tetap bisa sehat
beraktivitas, dan terkadangpun dengan Perlindungan
Imunisasi anak juga nampak sehat
produktif beraktivitas. Hanya tinggal bagaimana kita menyikapi kebutuhan diri
dan anak mengenai investasi kesehatannya di masa depan.
Ketika orangtua memutuskan untuk tidak
memberikan Perlindungan
Imunisasi kepada anaknya, barangkali orangtua tersebut telah merasa
cukup dengan memberikan ASIsebagai perlindungan system imun anak. Sebab
faktanya cukupnya kebutuhan ASI anak mampu menjaga system kekebalan tubuh anak
terhadap penyakit. Hanya saja, dalam kasus tersebut tidak banyak literasi yang
dapat dipertanggungjawabkan mengenai penyakit apa saja yang dapat dicegah hanya
dengan ASI. Mengingat lingkungan sekarang yang begitu rawan terhadap masa
tumbuh kembang anak. Setidaknya penyakit orang pada jaman dulu tidak sekompleks
penyakit manusia masa kini, terlebih anak anak sebagai investasi kita.
Perlindungan
Imunisasi atau vaksin sendiri
merupakan ikhtiar untuk investasi masa depan kesehatan anak dengan memasukan
virus yang dilemahkan ke dalam tubuh anak. Sebab dengan pemberian vaksin anak
diharapkan memiliki resiko lebih kecil untuk terserang penyakit serta infeksi
berbahaya. Nah, harapannya anak memiliki kesempatan lebih luas untuk
beraktivitas, bermain, dan belajar tanpa terganggung oleh masalah kesehatan
nantinya.
Dalam ragam ikhtiar menuju Indonesia Sehat, pemerintah sudah jauh
hari mengedukasi masyarakat untuk memberikan Perlindungan Imunisasi kepada anak anak.
Pihak Kementerian Kesehatan bersama dengan Majelis
Ulama Indonesia (MUI) pun berupaya bersama guna mendukung program
imunisasi yang saat ini tengah dijalankan dalam negeri, salah satunya melalui
harmonisasi bidang keagamaan dalam pelaksanaan program kesehatan. Kementerian
Kesehatan sebagai wadah para pakar penyedia sarana kesehatan untuk
masyarakat dan MUI sebagai wadah para ulama untuk menjamin kehalalan produk
vaksin imunisasi tersebut. Keduanya solid berkerjasama untuk membangun Indonesia Sehat dengan produk penuh
kebaikan dengan syariah Islam. (Mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah
umat Islam.) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahkan sudah mengeluarkan satu
petunjuk jadwal imunisasi. Jadwal tersebut merupakan kajian Satgas Imunisasi
IDAI yang disesuaikan dengan kebutuhan anak Indonesia. Jadwal yang sama juga
disediakan oleh pemerintah dalam sampul halaman belakang buku pegangan Ibu
Hamil. ^^
![]() |
Jadwal Imunisasi (Klik Untuk Memperbesar) |
Menurut dr. Hardiono D.Pusponegoro SpA(K) dalam
salah satu majalah anak di Indonesia menyatakan bahwa Perlindungan Imunisasi sangat baik untuk anak,
sebab mampu merangsang tubuh anak untuk menghasilkan kekebalan alami terhadap
penyakit. Dan jika dilakukan dengan baik dan benar , maka perlindungan dan
kekebalan yang dicapai hampir 100%.
“Lalu, bagaimana dengan maraknya kasus anak –
anak yang sakit menahun pasca pemberian imunisasi ?”
Pada kenyataannya ketakuan akan efek samping
pasca imunisasi kerap mendera hati para orangtua. Tapi, sejatinya efek samping
dari Perlindungan Imunisasi pada umumnya sangat
sedikit, dan seringnya hanya berupa demam, namun itupun dapat dikurangi dengan
pemberian vaksin tanpa panas meski tidak seratus persen benar tanpa panas.
Sebab ada beberapa kasus anak tetap mengalami demam ringan pasca suntikan meski
yang diberikan adalah vaksin tanpa panas. Menurut dr. Hardiono D. Pusponegoro
SpA(K), keampuhan vaksin tanpa panas dengan vaksin biasa adalah sama, yang
membedakan hanya harganya saja. Vaksin tanpa panas cenderung lebih mahal
Sebagai upaya optimal pemerintah terhadap keamanan
dan kenyamanan program Perlindungan
Imunisasi pemerintah telah
menyediakan wadah yang bertugas mengurus efek samping dari imunisasi atau
Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang disebut dengan Komite Nasional
KIPI. Komite tersebut bertugas memantau dan menanggulangi apabila terjadi efek
samping dan membuktikan apakah penyebabnya oleh vaksin tersebut atau hal lain.
Nyatanya,
sebagian besar kasus pada KIPI bukan disebabkan oleh vaksin. Banyak diantaranya
terjadi sebab kesalahan teknik pembuatan, pengadaan dan distribusi serta
pernyimpanan vaksin, juga dari kesalahan prosedur dan tehnik pelaksanaan
imunisasi yang timbul tanpa kesengajaan.
Kemudian,
sebagai pengingat untuk diri sendiri dan Para Ibu Baru, setelah tahu dan paham
mengenai informasi diatas (pengertian imunisasi, manfaat, dan efek samping yang
menyertanya) semoga kita mampu lebih bijak menelaah informasi, menjadi lebih
jeli dan teliti mengelola informasi. Pahami benar perkara Imunisasi sebagai
investasi masa depan kesehatan anak, terutama proses saat sebelum imunisasi
tersebut diberikan. Perhatikan hal berikut ini :
· Pastikan anak dalam
kondisi fit dan sehat.
· Pastikan penyimpanan
vaksin daam kondisi baik. Tanyakan kepada tenaga kesehatan yang bersangkutan.
Biasanya vaksin ditelakkan dalam suhu rendah agar komposisinya tetap terjaga
dengan baik.
· Pastikan jarum yang
digunakan baru dan masih steril.
· Selalu tanyakan lebih
detail kepada tenaga kesehatan yang bersangkutan mengenai vaksin yang akan
diberikan, juga tindakan pertama yang harus dilakukan vaksin memiliki efek
samping.
Galeri Sehat dari www.sehatnegeriku.kemkes.go.id
![]() |
Menkes Lakukan Dialog dengan Pemegang Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga |
![]() |
Menkes Lakukan Dialog dengan Pemegang Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga |
Daftar Refrensi :
http://www.depkes.go.id/article/print/17081500008/pemantauan-dan-penanggulangan-kejadian-ikutan-pasca-imunisasi-kipi-.html diakses 27/09/2018 pukul 22.35 WIB
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20180907/5927834/jalan-panjang-terbitnya-fatwa-mui-nomor-33-tahun-2018-rangka-mendukung-imunisasi/ diakses pukul 22.45 WIB
http://www.depkes.go.id/index.php diakses pukul 22.50 WIB
http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/topik/rilis-media/ diakses pukul 22.55 WIB