Rss Feed
    Showing posts with label Cinta Indonesia. Show all posts
    Showing posts with label Cinta Indonesia. Show all posts
  1. Bismillaahirrahmaanirrahiim :)




    Tantangan pertama memasuki peran Ibu adalah bijak menanggapi banjir informasi mengenai masa kehamilan, persalinan, hingga pola asuh diawal kehidupan anak. Riuhnya isyu yang tersebar terkait fakta dan mitos selama hamil dan pasca persalinan, tentu cukup membuat banyak ibu muda yang kelimpungan mengelola data. Nyatanya, aktivitas new moms dengan si kecil yang tidak menentu sudah cukup menguras tenaga, ditambah dengan ramainya suara sekitar yang masih tercampur antara mitos dan fakta acapkali menuai kontroversi dalam diri seorang ibu baru.

    Pemberian Perlindungan Imunisasi pada anak menjadi salah satu isyu yang paling menghantui pada Ibu Baru. Bagi saya memberikan Perlindungan Imunisasi kepada anak, bukan hanya perkara hak dan kewajiban anak dan orangtua, bukan pula hanya masalah pemerintah. Pemberian Perlindungan Imunisasi kepada anak, adalah mengenai kebutuhan anak dan orangtua terhadap perlindungan perkembangan system imun dalam tubuh untuk masa depan.

    Bukannya banyak ya, kasus tidak diimunisasi tidak apa apa?” seloroh seorang teman.

    Benar. Saya sendiri memiliki beberapa tetangga yang anaknya tidak pernah diimunisasi sejak lahir dan anaknya sehat beraktivitas. Namun kasus tersebut, hendaknya tidak dipandang satu sisi saja. 

    Beberapa pertanyaan mengenai hal di atas ini ada baiknya diajukan kepada diri kita sebagai orangtua terkait hal di atas :
    · Berapa persen perbandingan anak sehat tanpa atau dengan Perlindungan Imunisasi?
    ·     Bagaimana manfaat ASI cukup untuk melawan kompleksnya perkembangan infeksi masa kini?
    · Adakah literasi yang terpercaya mengenai kecukupan ASI = Perlindungan Imunisasi dari ragam penyakit?
    Sebab kenyataanya : Terkadang tanpa Perlindungan Imunisasi anak tetap bisa sehat beraktivitas, dan terkadangpun dengan Perlindungan Imunisasi anak juga nampak sehat produktif beraktivitas. Hanya tinggal bagaimana kita menyikapi kebutuhan diri dan anak mengenai investasi kesehatannya di masa depan.

    Ketika orangtua memutuskan untuk tidak memberikan Perlindungan Imunisasi kepada anaknya, barangkali orangtua tersebut telah merasa cukup dengan memberikan ASIsebagai perlindungan system imun anak. Sebab faktanya cukupnya kebutuhan ASI anak mampu menjaga system kekebalan tubuh anak terhadap penyakit. Hanya saja, dalam kasus tersebut tidak banyak literasi yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai penyakit apa saja yang dapat dicegah hanya dengan ASI. Mengingat lingkungan sekarang yang begitu rawan terhadap masa tumbuh kembang anak. Setidaknya penyakit orang pada jaman dulu tidak sekompleks penyakit manusia masa kini, terlebih anak anak sebagai investasi kita.

    Perlindungan Imunisasi atau vaksin sendiri merupakan ikhtiar untuk investasi masa depan kesehatan anak dengan memasukan virus yang dilemahkan ke dalam tubuh anak. Sebab dengan pemberian vaksin anak diharapkan memiliki resiko lebih kecil untuk terserang penyakit serta infeksi berbahaya. Nah, harapannya anak memiliki kesempatan lebih luas untuk beraktivitas, bermain, dan belajar tanpa terganggung oleh masalah kesehatan nantinya.

    Dalam ragam ikhtiar menuju Indonesia Sehat, pemerintah sudah jauh hari mengedukasi masyarakat untuk memberikan Perlindungan Imunisasi kepada anak anak. Pihak Kementerian Kesehatan bersama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun berupaya bersama guna mendukung program imunisasi yang saat ini tengah dijalankan dalam negeri, salah satunya melalui harmonisasi bidang keagamaan dalam pelaksanaan program kesehatan. Kementerian Kesehatan sebagai wadah para pakar penyedia sarana kesehatan untuk masyarakat dan MUI sebagai wadah para ulama untuk menjamin kehalalan produk vaksin imunisasi tersebut. Keduanya solid berkerjasama untuk membangun Indonesia Sehat dengan produk penuh kebaikan dengan syariah Islam. (Mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat Islam.) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bahkan sudah mengeluarkan satu petunjuk jadwal imunisasi. Jadwal tersebut merupakan kajian Satgas Imunisasi IDAI yang disesuaikan dengan kebutuhan anak Indonesia. Jadwal yang sama juga disediakan oleh pemerintah dalam sampul halaman belakang buku pegangan Ibu Hamil. ^^
    Jadwal Imunisasi (Klik Untuk Memperbesar)

    Menurut dr. Hardiono D.Pusponegoro SpA(K) dalam salah satu majalah anak di Indonesia menyatakan bahwa Perlindungan Imunisasi sangat baik untuk anak, sebab mampu merangsang tubuh anak untuk menghasilkan kekebalan alami terhadap penyakit. Dan jika dilakukan dengan baik dan benar , maka perlindungan dan kekebalan yang dicapai hampir 100%.



    “Lalu, bagaimana dengan maraknya kasus anak – anak yang sakit menahun pasca pemberian imunisasi ?”

    Pada kenyataannya ketakuan akan efek samping pasca imunisasi kerap mendera hati para orangtua. Tapi, sejatinya efek samping dari Perlindungan Imunisasi pada umumnya sangat sedikit, dan seringnya hanya berupa demam, namun itupun dapat dikurangi dengan pemberian vaksin tanpa panas meski tidak seratus persen benar tanpa panas. Sebab ada beberapa kasus anak tetap mengalami demam ringan pasca suntikan meski yang diberikan adalah vaksin tanpa panas. Menurut dr. Hardiono D. Pusponegoro SpA(K), keampuhan vaksin tanpa panas dengan vaksin biasa adalah sama, yang membedakan hanya harganya saja. Vaksin tanpa panas cenderung lebih mahal

       Sebagai upaya optimal pemerintah terhadap keamanan dan kenyamanan program Perlindungan Imunisasi pemerintah telah menyediakan wadah yang bertugas mengurus efek samping dari imunisasi atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang disebut dengan Komite Nasional KIPI. Komite tersebut bertugas memantau dan menanggulangi apabila terjadi efek samping dan membuktikan apakah penyebabnya oleh vaksin tersebut atau hal lain.

                Nyatanya, sebagian besar kasus pada KIPI bukan disebabkan oleh vaksin. Banyak diantaranya terjadi sebab kesalahan teknik pembuatan, pengadaan dan distribusi serta pernyimpanan vaksin, juga dari kesalahan prosedur dan tehnik pelaksanaan imunisasi yang timbul tanpa kesengajaan.


                Kemudian, sebagai pengingat untuk diri sendiri dan Para Ibu Baru, setelah tahu dan paham mengenai informasi diatas (pengertian imunisasi, manfaat, dan efek samping yang menyertanya) semoga kita mampu lebih bijak menelaah informasi, menjadi lebih jeli dan teliti mengelola informasi. Pahami benar perkara Imunisasi sebagai investasi masa depan kesehatan anak, terutama proses saat sebelum imunisasi tersebut diberikan. Perhatikan hal berikut ini :
    ·       Pastikan anak dalam kondisi fit dan sehat.
    ·    Pastikan penyimpanan vaksin daam kondisi baik. Tanyakan kepada tenaga kesehatan yang bersangkutan. Biasanya vaksin ditelakkan dalam suhu rendah agar komposisinya tetap terjaga dengan baik.
    ·       Pastikan jarum yang digunakan baru dan masih steril.
    ·     Selalu tanyakan lebih detail kepada tenaga kesehatan yang bersangkutan mengenai vaksin yang akan diberikan, juga tindakan pertama yang harus dilakukan vaksin memiliki efek samping.


    Galeri Sehat dari www.sehatnegeriku.kemkes.go.id 

    Menkes Lakukan Dialog dengan Pemegang Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga

    Menkes Lakukan Dialog dengan Pemegang Program Indonesia Sehat Melalui Pendekatan Keluarga








  2. Bismillaahirrahmaanirrahiim :)

    taken from : merdeka.com

    Kepada Anakku, Alfa Rayhan Al Biruni yang sudah mulai berani berdiri sendiri.

    Nak, ada beberapa hal di dalam hidup yang tidak bisa kita pilih begitu saja. Hal – hal yang memang sudah ditentukan dari sang Pencipta. Lahir dizaman dan di daerah seperti apa misalnya.

    Zaman kita dilahirkan sudah masuk akhir zaman Nak. Negeri tempat kita lahirpun tidak lepas dari ujian akhir zaman. Belajarlah Nak, dari panjangnya perjalanan bangsa ini berjuang untuk merdeka. Belajarlah Nak, dari peluhnya bangsa ini mengisi kemerdekaannya. Meskipun kita berbeda dua puluh tiga tahun, namun tetap saja kita masih satu masa menghadapi akhirul zaman.

    Dan selayaknya kebanyakan Ibu dimanapun berada, Bunda juga ingin memberimu bekal agar kita bisa selamat hidup di jalan Allah pada masa akhir zaman ini.

    Nak, perkuatlah selalu perasaanmu atas pengawasan Allah. Pahamilah bahwa Allah Maha Mengetahui, yang terucap lisan atau hanya terbesit di hati. Sehingga ketika kelak ada keinginanmu untuk berbohong, kamu akan segera  urungkan.

    Kelak kamu akan ingat, mengapa setiap pulang dari sekolah, kamu selalu Bunda tanyai, perihal kemana uang yang bunda berikan itu teralokasikan. Apa saja yang kamu beli, berapa harganya, dan apa manfaatnya untukmu.


    Tentu saja bukan karena Bunda tidak percaya. Dan tentu saja ketika Bunda memberikan uang itu untukmu, itu sudah menjadi hakmu. Kamu memiliki keluasaan menggunakan itu untuk kebutuhanmu. Namun, ada tanggung jawab yang Bunda titipkan melalui uang itu, sebuah kepercayaan bahwa kamu mampu menggunakan uang tersebut untuk kebaikan, ketika Bunda menanyakannya Bunda hanya memeriksa, apakah Bunda sudah berhasil mengajakmu menunaikan kebaikan melalui harta yang kita miliki?

    Dan tentu saja Bunda akan bahagia, ketika kelak kamu mampu menggunakan uang itu untuk kebaikan bukan sekedar memenuhi kebutuhan diri sendiri ^^

    Di negeri tempatmu dilahirkan ini, ada sebuah lembaga yang cukup mumpuni untuk dijadikan teladan dalam menegakkan kebenaran pun mengamalkan tanggung jawab dalam kewibawaan pengawalan harta negara. Ialah BPK, Nak.

    Iya Nak, Badan Pemeriksa Keuangan atau lebih dikenal dengan akronim BPK merupakan lembaga negara yang  bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang keuangan negara. Peran dan tugas pokoknya bisa diuraikan dalam dua hal. Pertama, BPK adalah pemeriksa semua asal – usul dan besarnya penerimaan negara, darimanapun sumbernya. Kedua, BPK harus mengetahui tempat uang negara itu disimpan dan untuk apa uang negara tersebut digunakan.

    http://www.bpk.go.id/
    Sama seperti kamu lahir Nak, BPK pun lahir pada bulan Januari. Bulan penuh hujan. Tepatnya, 1 Januari 1947 dan masih ada sampai sekarang. Dalam usia panjangnya ini, sejak masa reformasi 1998 terdapat sejumlah perubahan atau amandemen terhadap UUD 1945. 10 November 2001 terdapat amandemen UUD 1945 untuk BPK yang diatur dalam bab VIIIA pasal 23E mengenai sifat bebas dan mandiri.









    http://www.bpk.go.id/
    Kedudukan BPK dalam penyelenggaraan negara sejajar dengan Presiden, sehingga BPK sangat terbantu oleh sifat bebas dan mandirinya, sebab bisa leluasa dalam memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Adapun hasil pemeriksaan BPK akan diserahkan langsung kepada DPR, DPD, dan DPRD sesuai dengan kewenangannya untuk lantas ditindaklanjuti oleh lembaga perwakilan atau badan yang sesuai UU tanpa perlu dikonsultasikan lebih dulu dengan pemerintah. Untuk anggota BPK dipilih langsung oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD lalu diresmikan oleh Presiden, kemudian untuk Ketua BPK dipilih oleh anggota BPK itu sendiri dan diambil dari anggotanya.

    Ketahuilah Nak, keberadaan BPK di negeri kita ini sangatlah penting. Sebab apa? Sebab agar setiap pihak yang diamanahi uang negara mampu menjalankan amanah tersebut dengan sebaik – baiknya sehingga mampu membawa banyak manfaat untuk rakyat.

    Kebiasaan Bunda menanyaimu tentang bagaimana kamu menggunakan uang adalah sedikit cara yang bisa bunda terapkan dalam membekalimu dalam menjaga setiap amanah. Sebagai anggota masyarakat, kita memiliki andil untuk turut serta bersama BPK mengawal harta negara. Bunda dengan cara sederhana mengajakmu untuk senantiasa jujur dalam berperilaku, lantas ketika menemui ketidakjujuran lekaslah melakukan pemeriksaan dengan langkah yang tetap hanif, tetap jujur. Sebab Bunda percaya, terkawalnya harta negara tidak lepas dari terkawalnya akhlak jujur dari setiap individu anggota keluarga. Bagi Bunda, Indonesia adalah keluarga, keluarga yang sangaaaaat besar. ^^
    Kelak ketika kakimu sudah mampu berdiri, lantas mulai berjalan, berdikari untuk negerimu kemudian menemukan kejanggalan dalam pengelolaan harta negara, maka jangan sungkan untuk mengadukan Nak. Kebenaran harus senantiasa ditegakkan.

    http://www.bpk.go.id/

    Bila menemukan adanya indikasi pengelolaan keuangan negara atau daerah yang tidak sesuai dengan peraturan perundang – undangan, kamu dan masyarakat lainnya dapat mengajukan pengaduan dengan melengkapi bukti dan data terkait penyimpangan keuangan negara/daerah yang terjadi. Kamu hanya perlu memperhatikan beberapa hal berikut :
          1   .   Menguraikan kejadiannya
    Ceritakanlah kejadian yang kamu curigai sebagai bentuk penyimpangan pengelolaan keuangan negara / daerah dengan detail. Uraikan ceritamu berdasarkan fakta dan kejadian yang nyata, hindari hal – hal yang berkaitan dengan perasaan tidak suka / benci. Banyak hal yang dikaitkan dengan perasaan membuat kita menjadi tidak obyektif Nak. Ceritakan pengaduanmu dengan melengkapi unsur 5 W plus 1 H. Agar ada gambaran siapa, apa, kapan, dimana, kenapa, dan bagaimana.nya dengan  jelas.
          2.      Memilih pasal – pasal yang sesuai.
    Pengadu diharapkan untuk menyocokkan dengan pasal-pasal yang sesuai dengan peraturan yang berlaku (dapat lebih dari satu pasal). Informasi mengenai peraturan perundang-undangan dapat pengadu lihat dalam website Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK [www.jdih.bpk.go.id]
    http://www.bpk.go.id/
        3.      Menyertakan bukti awal jika ada
    Apabila ada copy dokumen atau barang lain yang memperkuat uraian kejadian di atas agar disimpan dengan baik untuk disertakan dalam pengaduan/laporan yang disampaikan.
        4.      Menyertakan identitas pengadu, bila tidak keberatan.
    Akan sangat baik apabila pengadu menyertakan identitas dan alamat atau nomor telepon, sehingga bila BPK masih membutuhkan keterangan tambahan maka pengadu akan mudah dihubungi.





    Dan saat kamu berangkat sertakanlah syarat – syarat pengaduan masyarakat berikut Nak
    1.     Pastikan ke.WNI.an kita. Iya, harus Warga Negara Indonesia yang datang mengadu.
    2.     Mengisi formulir pengaduan masyarakat,
    3.     Melampirkan fotokopi identitas diri yang masih berlaku. Bisa KTP, SIM atau ID Card.
    4.     Dapat menjelaskan kronologi kejadian yang dilaporkan.
    5.     Terakhir melampirkan bukti awal aduan seperti fotokopi dokumen atau barang lain yang dapat memperkuat uraian aduan yang disampaikan. ^^


    Mari Nak, kita kawal harta negara bersama BPK. Melalui kejujuran akhlak dari setiap individu keluarga.


    Sumber Referensi 
    http://www.bpk.go.id/
    http://www.bpk.go.id/assets/files/otherpub/2017/otherpub__2017_1511750809.pdf


  3. Bismillaahirrahmaanirrahiim :)

    Beranda IDN Times


                Pesatnya arus informasi membuka banyak jendela wawasan kita sebagai manusia pembelajar. Didukung oleh merebaknya situs informasi online, sekali sentuh …. Voila karpet ilmu terbentang seketika. Lantas IDN Times hadir diantara kita. ^^

    Apa itu IDN Times?

    Tak kenal maka tak sayang, tak kenal maka kenalan dong! Yups,,,pertanyaan wajar ketika kita bertemu dengan wajah baru (meski sebenarnya mungkin dia barang lama :v) IDN Times sendiri hadir untuk seluruh anak bangsa, menjadi semacam wadah untuk mereka dan kita – kita yang menyukai dunia tulis menulis. Menjembatani agar dari hobi tulis menulis tersebut kita tidak hanya panen kata tapi juga panen apresiasi yang beda dari biasanya. IDN Times menawarkan poin untuk para kontributor/penulisnya. ^^
    Lanjut pertanyaan yaa….

    Konten IDN Times

    Konten apa saja yang ditawarkan IDN Times?

    Buaaanyaaak dan lengkap Gan! Bisnis? Ok. Travel? Buanyak. Kesehatan? Ada. Opini? Terbuka. Otomotif? Lengkap. Bahkan TV juga ada hlo.
    Dari konten yang ditawarkan aja udah segitu lengkapnya. Cocok buat semua kalangan, Kakek sama Nenek aja masih bisa ikut nongkrong di situs IDN Times ini.

    Duh banyak banget. Abal – abal enggak itu artikel –artikel yang diterbitin IDN Times?

    Hwaaaah yo jelas kagak Gan! Setiap artikel yang telah diterbitkan IDN Times sudah melewati proses penjaringan yang panjang (tanpa mengulur waktu).
    Semua karya tulis yang kamu submit ke IDNTimes Community akan melalui proses moderasi terlebih dahulu. Editor akan melakukan pengecekan, apakah sudah sesuai syarat dan ketentuan dan layak untuk terbit atau belum.
    Kalau tulisanmu sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku di IDN TimesCommunity dan gak banyak editing, dalam kurun waktu kurang dari 7 hari juga sudah bisa terbit kok.
    Apabila status artikelmu yang tadinya sudah “Pending Review Article” lalu tiba-tiba kembali menjadi “Draft Article”, maka artinya karya tulismu tidak lolos dan belum bisa diterbitkan.
    Noh, kata mas IDNTimes.nya langsung. Jadi, emang bukan artikel abal – abal yang diterbitin sama IDN Times. Karena IDN Times situs wawasan yang baik yang menyediakan artikel terbaik untuk para pembaca yang baik ^^

    Terus, apa keuntungan yang ditawarkan IDN Times buat kita ?

    Ragam artikel IDN Times yang bikin fresh otak ^^
    Sebagai pembaca, kamu bakal menemukan makna kesetiaan yang tidak ada ikatannya sama manusia. Dari beraneka ragamnya tawaran artikel menarik dari IDN Times, kita bakal enggak bosen sama IDN Times, hyah walaupun abis itu kita bakal rada – rada makan banyak kuota tapi itu setimpal dengan banyaknya hal baru yang diberikan IDNTimes dalam memandang sesuatu. Kacamata dan sudut pandang dari para Kontributornya itu nyenengiiin banget soalnya.
    Banjir Poin untuk para kontributor IDN Times

    Lalu, ketika kita udah jadi Penulis / Kontributor di IDN Times kita bakal punya kesempatan mendapat apresiasi berupa poin – poin IDNTimes yang bisa ditukarkan menjadi uang Mak…! Horeeee…jadi punya uang belanja tambahan kan. Bisa buat beli cilok deh. Pas banget buat ruang tulis menulis Emak – Emak yang suka sama uang belanja plus – plus.^^ Untuk penukaran poin dan tata caranya bisa kamu kepoin disini ya.. ^^ Mas IDN Times sudah mengantisipasi pertanyaan wajib para newbie macem ane hlo.. Pengertian banget kan ya ^^

    Ada juga tips – tips biar tulisan kita bisa diterbitkan IDN Times. Klik di sini ya..Makin terbuka lebar deh kesempatan dapet poinnya ^^

    Biar kamu makin semangat ngepoin IDN Times, kepoin juga apresiasi yang ditawarkan IDN Times buat para kontributornya. Kamu mesti bisa jadi salah satunya Gan!

                 So, buruan gabung di IDNTimes!

    halaman log in IDN Times

    Caranya?
    Klik aja IDN TimesCommunity, terus kamu bisa pilih Log In dengan Facebook (kalau saya pilih ini, hehe ) atau bisa juga dengan alamat e-mail kamu yang masih aktif. Abis itu..selamat kamu udah punya kesempatan mendapat banjir point dari IDN Times ^^



  4. Bismillaahirrahmaanirrahiim :) 
     
    Rawa  Kebumen
      

    Kebumen, siapa sangka kota kecil di pesisir Pantai Selatan ini memiliki banyak destinasi wisata menarik. Kota yang kabarnya memiliki luas daerah setara dengan Singapura ini layak masuk sepuluh daftar kunjung di list kamu yang ingin #JelajahNusantara.  Nah, seklumit cerita tentang Kebumen Beriman ini ada satu tempat yang eksotisnya bikin romantis. Bukan karena tempat ini asik buat ng-date, tapi lebih karena betapa Allah itu Maha Kreatif dengan segala ciptaan.Nya.

    Rawa Kebumen

    Rawa. Berwujud cekungan yang agak dalam dan terisi air dengan dikeliling gumuk gumuk pasir dan bertetangga dengan pantai selatan. Yups, Rawa eksotis dengan gumuk pasir sebagai gerbang panorama kemudian debur pantai setelahnya adalah bukti bahwa Tuhan tak pernah main main menciptakan keindahan alam. Menempuh jarak ±10 km dari rumah (Pagedangan, Ambal, Kebumen), yang memakan nyaris lima puluh menit perjalanan (Ok. Kecepatan rata – rata perjalanan motor saya hanya setara dengan kupu – kupu terbang ) pemandangan Rawa lunas membayar kelelahan saya menyambangi Deandles  yang penuh lubang :3 (Peringatan: Bahwa jalan Deandles jauh dari kata mulus, jadi waspadalah!). Jika dari Jalan provinsi arah timur, masuk jalan aspal kecil sebelum Pasar Prembun, warga menyebutnya daerah Dadaptulak, terus saja ke selatan mengikuti jalan yang berkelok serta melewati perumahan penduduk hingga bertemu perempatan (Jalan Deandles, Ambal) itu masih luruuuuuus saja ke selatan daaaan sampailah. :D Untuk transportasi kesana sampai saat ini belum ada transportasi umum, sebab memang sepertinya masih jadi pemandangan turis lokal, jadi yaa bersiap-siap dengan kendaraan pribadi (kalau mau naik sepeda gowes juga enggak papa, sebab selain lebih go green,  jalanpun tidak ada tanjakan berarti).
    Rawa Kebumen
    Tidak ada gerbang pembelian tiket. Dan sepertinya tiket dijual bebas oleh para pemilik tempat parkir (yang kadang antara ada dan tiada). Sejauh yang saya tahu ada dua parkiran kendaraan. Pertama yang dekat dengan pantai (Parkir Selatan) dan yang jauh dari pantai (Parkir Utara). Kalau saya seringnya di Parkir Selatan, sebab untuk sampai Rawa lebih dekat sehingga hanya jalan kaki beberapa meter sudah sampai Gumuk Pasir lantas kemudian disambut bias tenang permukaan air Rawa.
    Ada event langganan yang dinamakan Grebek Rawa, dilabeli demikian sebab dibeberapa tanggal tertentu kerap diadakan Pasar dadakan (Grebek), semacam Sunmor di Manahan (Solo). Event Grebek ini biasaya diadakan saat perayaan hari besar Islam ex: Idhul Fitri. Jadi, kalau di Jika di Solo atau Yogya ada sekatenan di Kebumen ada Grebek. Saya belum pernah ke sana, hanya saja telinga saya kerap menerima suara cerita dari tetangga saya yang pernah ke sana. Iyes, seringnya Ayah sama Bunda yang kesana, dan saya hanya dioleh-olehi cerita betapa ramainya Grebek Rawa kala itu (Harap maklum, kendaraan kami haya satu, jadi harus bergantian ketika hendak bepergian berbanyak).
    Selayaknya pasar – pasar dadakan lainnya, Grebek juga dipenuhi aneka penjual dengan ragam
    Rawa Kebumen
    tawarannya. Ada segala model baju dari batik sampai polosan, celana luar dalam hingga jeans, baju berlengan atau tanpa lengan. Tidak ketinggalan pernak – pernik mainan bocah. Bahkan bianglala, komedi putar, dan odong – odong turut serta meramaikan event Grebek Rowo ini. Untuk varian harga tidak beda jauh dengan kebanyakan pasar – pasar tradisional (pandai – pandailah menawar barang yang kamu taksir :v ).
    Tipsnya biar dapet harga miring tiga puluh derajat : Gunakanlah bahasa lokal ! Nah berhubung Kebumen itu NGAPAKERS. Kowe kudu bisa ngapak yah! (Kamu harus bisa ngapak ya.red). So, mulailah belajar Enyong Kowe ketika kamu memilih Kebumen sebagai salah satu destinasi dolanmu. ^^
    Kembali ke panorama alamnya ya,
    Rawa Kebumen
    Sesuai namanya, pusat gravitasi keindahan Rawa memang di rawanya. Lebih tepatnya ada pada keheningan Rawa yang menikah syahdu dengan ramai debur ombak sekaligus. Begitulah, terkadang sesuatu yang berlawanan ketika disandingkan akan menghasilkan hal yang menakjubkan. Rawa adalah contoh nyata. :D Kamu bisa merendamkan kaki di ketenangan Rawa sembari menikmati music of sea (music samudera.red). Atau berselfie di Gumuk Pasirnya sambil berpura-pura sedang di gurun pasir. So, enggak usah jauh – jauh naik pesawat ngurus passport buat ke luar negeri nyari gurun :D Kebumen punya hlo :D
    sate ambal.google search
    Soal kuliner khas atau sekedar jajanan derah setempat memang jauh dari area Rawa, kecuali hari libur besar tentunya. Kebanyakan pedagang hanya menawarkan jajanan jajanan itu ketika libur hari raya saja. Solusi berkunjung ke Rawa tanpa kelaparan dan kekeringan kantong adalah BAWA BEKAL MAKANAN. Yoi, biar kamu enggak keburu jadi ‘beda’ karena lapar, mending bawa jajan jajan gitu dari rumah. Atau ketika kamu melewati sepanjang Jalan Deandles mampirlah ke salah satu kedai SATE AMBAL. Beli secukup porsiperut dan kantongmu, bungkus dan nikmatin pas leha – leha di pantai. Biar makin yakin, buat mampir. Saya ceritakan rasa SATE AMBAL deh ya.
    Rawa Kebumen
    SATE AMBAL adalah sate ayam yang berasal dari daerah Ambal. Yosh, ambal merupakan nama daerah asal si sate. Perbedaan sekaligus kekhasan dari SATE AMBAL terletak pada pengolahan ayam sebelum di bakar dan sambal tempenya yang Nikah Banget! Untuk rasa sate ayamnya itu manis manis gurih, di padu dengan  bumbu tempe yang agak berkuah kental rada asin dan sedikit pedes merica sama Lombok. Penyajiannya selalu hangat guys, karena si Sate baru akan dibakar ketika ada yang pesan, apalagi di makannya sama sepiring kupat janur. Masha Allah, lantas nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan? Tips lagi nih, kalau kamu punya calon mertua yang jarang senyum, bawain deh seporsi hangat sate ambal, dengan ijin Allah beliau bakal senyum-senyum penuh arti ke kamu. Trust me! Its work! (Saya udah nyoba ke mertua saya :v)
    Gumuk Pasir, Rawa Kebumen
    Dan jangan lupa bawa pulang sampahmu kembali ketika jelajahmu menghasilkan sampah :P Fasilitas tempat sampah yang sesuai SNI belum ada, hanya ada beberapa gudukan sampah dibeberapa area Rawa. Mungkin ada orang yang inisiatif nyapuiin ketika hidupnya selo banget :v.So, sebagai #turislokal selalu-lah mawas diri. Kalau mau buang sampah sembarangan, ga perlulah harus sampai #JelajahNusantara :P
    Fyi,fasilitas toilet umum juga belum ada. Jadi untuk mengantisipasi biar enggak pipis sembarangan kamu pipis dulu di SPBU yang kamu lewati selama perjalanan menuju Rawa :v atau boleh juga sih nembung ke penduduk lokal. Karena Kebumen masih IndonesiaBanget jadi jangan khawatir permintaan tolongmu ditampik dengan tak acuh, ketika kamu memasang wajah senyum dan memelas butuh tempat pipis :v meski dengan bahasa yang belepotan, warga akan segera menyambutmu dengan hangat. “Monggo Mas…monggo Mbak, pinarak rumiyin ^^”. Semacam kalimat, silahkan mampir sebentar. Dan saking hangatnya warga, mereka tidak sungkan menyediakan segelas teh hangat beserta temannya (gorengan.red).
    Gumuk Pasir, Rawa Kebumen
    Buruan, enggak perlu mikir banyak – banyak deh buat memilih Kebumen sebagai destinasi pijakanmu di bumi jelajahmu. Akan ada banyak panorama indah siap membersamai piknikmu. Kebumen Beriman. Kebumen pangkal Keindahan. ^^






    Rawa Kebumen

    #VisitKebumen #TurisLokal #KebumenBeriman #JelajahBumi #DolanGramedia #GramediaHolidaySeason