*foto deker tangannya nyusul ya :v belum sempet difoto kemarin itu :v
-
Jangan Buang Aku!
Thursday, 18 June 2015
Bismillaahirrahmaanirrahiim :)
Sebab sudah merasakan dibuang itu tidak menyenangkan, maka sayapun tidak ingin membuang apapun yang sejatinya masih memiliki nilai manfaat. Semacam tindak reuse, mungkin. Saya menyebutnya dengan pakaian jahiliyah. :v Jeans yang sudah kecil meski dulu saya sengaja membeli dengan ukuran ekstra besar (:v barangkali saya yang membesar), juga kaos lengan panjang yang lebih mirip legging atau kaos kaki yang kehilangan fungsi semula :v.Gunting – gunting – gunting. Jahit Jahit jahit, tempel tempel tempel. Voilaaaa! Jadilah tas buat hangout casual dan deker lengan yang cukup manis. ^_^Alhamdulillah, bermodal waktu kira kira lima sampai enam jam semua benda ini kembali menemukan manfaatnya. ^_^Kamu enggak malu pakai kaya gituan, Ris? Tanya seorang teman :DMalu? Malu itu kalau kamu pakai baju tapi kaya telanjang :P Malu itu kalau kamu dengan PD melakukan maksiat dikhalayak ramai. Hlaa ini? Ngapain malu pakai karya sendiri. :P Orang yang pamer paha aja kagak malu :v ngapain malu dengan produk sendiri. Kalau bukan kita yang mengapresiasi penuh percaya diri, siapa lagi? :D
Terlepas dari guru PAUD atau bukan, ketika melihat kertas kertas itu hanya tergulung tanpa guna. Aktivitas menggunting dan menempel dengan beberapa coreta atau lipatan sepertinya menjadi sangat menarik. :D Mengikuti trend temen – temen lain yang lagi demen banget sama wall stiker, saya ndak mau kalah nuw :v Dengan kertas asal potong, imajinasi, dan sedikit waktu menyempatkan wallstiker ala risa sudah menghias kamar ^_^ Alhamdulillah, kalau bisa buat kenapa beli, right?
*foto deker tangannya nyusul ya :v belum sempet difoto kemarin itu :vPosted by RisaRiiLeon at 17:58 | Labels: Seni Tangan | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Agar Perca Lebih Berguna.
Friday, 22 August 2014
Bismillaahirrahmaanirrahiim :)
Jumat, 22 Agustus 2014
Memanfaatkan kain perca menjadi sesuatu yang indah dimata itu seperti memberi kesempatan kedua agar si perca menjadi lebih berguna :”) Dan masih memegang prinsip “kalau bisa buat kenapa harus beli?” :P saya mencoba membuat jarum bunga :DPotong kain perca menjadi ukuran kecil memanjang, untuk ukuran lebar disesuaikan dengan kebutuhan dan selera. Berhubung saya akan membuat jarum bunga untuk lebar saya memilih 2-3 cm sebagai ukurannya, lain lagi kalau untuk bros biasa (4-5 cm).Kain kecil memanjang sudah siap dijahit jelujur ^_^ Jika sudah sampai ujung kain, tarik benang hingga kain akan berkerut, lantas bentuk menjadi lingkaran ^_^ Duh agak susah nih bilangnya, biarlah gambar yang menjelaskannya :vKalau bunganya sudah jadi, tambahkan kancing baju sesuai selera sebagai putik bunganya. Udah? Siap deh ditempel jarum pentul :D
Alat dan bahan yang dibutuhkan
Potong kain menjadi bentuk persegi atau persegi panjang, kemudian tentukan bagian tengah kain tersebut,terapkan tusuk jelujur. Tarik benang seperti saat membuat bunga lingkaran tadi :”) jadi deh pitanya :D
Posted by RisaRiiLeon at 01:20 | Labels: Seni Tangan, Serial Anak Kost | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Bismillaahirrahmaanirrahiim :)
Jumat, 22 Agustus 2014Belajar semalam dengan Kakak Ismi, menggulung-gulung kertas menjadikannya benda 3D :D ah yaa, malam ini berlalu tanpa ditunggu. :”) So. To the point yak :D Alat dan bahan yang dibutuhkan :DBerhubung kami benar-benar hanya memanfaatkan apa yang tersedia, kami membuat kertas quiling secara manual, caranya memotong kertas lipat berbagai warna menjadi kertas dengan ukuran kecil memanjang, lebarnya 3-6 mm atau sesuai kebutuhan saja. Tapi, ingat! Tidak semua kertas lipat bisa digunakan. Kami menggunakan kertas lipat yang seratnya bukan putih, jadi semua kertas yang dilihat dari berbagai sisi itu warnanya sama. :DSeusai membuat kertas quilingnya, kami menggulung secara manual tanpa menggunakan jarum quiling ataupun quiling mate.nya :D lantas sesudah menggulung kertas tersebut kami bentuk dan susun sesuai selera dengan menggunakan lem kayu :v Lem kertas kurang rekat di bahan kami :DSo, inilah bentuk susun kertas quiling kami ^_^*newbie :D
*yang ada kata ISMI nya itu punya Kak Ismi :D Keren kan ^_^ itu belum kelar tapi :D kalau udah kelar, insya Allah saya share deh :)Posted by RisaRiiLeon at 00:54 | Labels: Jendela Anak, Seni Tangan, Serial Anak Kost | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Hidup Magicom! Bubur Sumsum Gula Jawa
Friday, 18 July 2014
Bismillaahirrahmaanirrahiim :)
Kembali mengoptimalkan fungsi Magicom, setelah sukses dengan nasi kuning dan puding tela ungu (Yeyeye *tepuktanganuntuksaya :v) kali ini saya mencoba membuat Bubur Sumsum. Niat membuat sudah ada seminggu terpelihara, dan baru terealisasi malam ini :3 Baiklah mari merapat, acuhkan saja cerita saya :vBahan: Tepung beras, garam, daun pandan, santan (masih setia menggunakan santan Kara), gula jawa (yang suka gula pasir, boleh pakai gula pasir), Mutiara (rebus hingga lunak/bening lalu tiriskan).Cara membuat1. Larutkan santan dengan dua gelas air.2. Larutkan tepung beras dengan sebagian larutan santan tadi.3. Rebus sisa santan. Aduk terus. Kemudian satu persatu masukan gula jawa yang telah diiris tipis agar cepat larut, garam secukupnya, dan irisan daun pandan. Aduk terus agar santan tidak mengental hingga hampir mendidih (check suhu)4. Lalu masukkan larutan tepung beras perlahan sembari terus mengaduk hingga mengental.5. Masukkan mutiara yang telah ditiriskan tadi, secara perlahan juga dan terus diaduk.6. Violaaa, Bubur Sumsum Gula Jawa siap ^_^*Kalau buburnya kurang manis, bisa ditambahkan saus gula jawa. Cara membuat sausnya rebus gula jawa, garam, dan daun pandan hingga gula larut.Baiklah, memang kurang menarik dari segi face validity :3 tapi insya Allah dari segi rasa pantaslah untuk menyambut tamu asrama malam ini (Hallo Nduk Ais ^_^). Dan bahagia menjadi sangat sederhana ketika panci magicom itu kehilangan muatannya, berpindah tempat pada perut perut manis penghuni asrama. ^_^Posted by RisaRiiLeon at 20:47 | Labels: Seni Tangan, Serial Anak Kost | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |
-
Hidup Magicom! Part Nasi Kuning And Pudding Tela Ungu
Wednesday, 9 April 2014
Bismillaahirrahmaanirrahiim :)
Rabu, 09 April 2014Cooking day! :DCeritanya lagi demen masak gitu :D nah berhubung di blok E itu enggak ada dapurnya, memanfaatkan peralatan seadanya untuk sebuah masakan sederhana itu cukup bijak :DJadi bersama naluri coba coba, saya mencoba memasak nasi kuning dengan magicom :DUntuk bahan dan bumbunya masih sama seperti saat kita masak nasi kuning dengan kompor dkk. Beras 2 gelas penuh magicom kecil, 3 lembar daun salam, 1 batang serei, santan instan 65 ml. Untuk bumbu yang dihaluskan 1 ruas jari kunyit (di saring lalu ambil airnya), 1 siung bawang putih, 2 siung bawang merah, garam secukupnya. (Jumlah siung bawang merah dan bawang putih menyesuaikan porsi)
Nah cara membuatnya,Pertama cuci semua bahan, (Bumbu yang dihaluskan, daun serai, daun salam). Kemudian bumbu dihaluskan (bawang merah, bawang putih, dan garam), kunyit dihaluskan lalu disaring, airnya dicampurkan bumbu yang sudah halus tadi. Selanjutnya air bumbu dan kunyit itu dicampur santen lalu masukan ke beras yang sudah siap dimasak tadi. Bersamaan dengan itu daun serei yang sudah di ‘geprek’ dan daun salam. Aduk sampai air bumbu itu merata dengan beras. Nyalakan magicom, dan waiting for the delicious yellow rice :D Dalam masa penantian masak, sesekali aduk kembali nasinya agar semua lapisan matang. ^_^Lauk pauk pelengkapnya, sederhana saja. Berhubung di blok kami hanya ada abon, dan kerupukjuga sebungkus oseng bihun jagung, jadilah kami sarapan pagi dengan menu nasi kuning abon bihun jagung :D
^O^Makanan sesi kedua itu puding tela ungu :D sebenarnya saya masaknya semalam :D emang niat dimakan buat hari ini :DSeperti yang kita tahu, tela ungu itu mengandung warna favorit saya :D jadi wajar jika saya mencoba masak ini :D *terusngopo? -,- Oke. Abaikan!Langsung kebahan ya ^_^Ada nutrijell paling (tanpa rasa berwarna biru), tela ungu, gula pasir, santan instan, susu kedelai, dan tepung maizena.Cara memasak:Tela ungu dicuci, kupas lalu direbus. Lalu setelah dingin dihaluskan, berhubung di blok E enggak ada blender untuk menghaluskan jadi saya haluskan secara manual dengan sendok :v, kalau yang punya blender pas menghaluskan di beri air secukupnya (jangan terlalu kental). Tela yang telah dihaluskan tadi dicampurkan dengan air santan, lalu saring agar serat kasarnya tidak terbawa masak. Hasil saringan tela dan santan tadi dicampur gula pasir secukupnya, lalu masak deh :D kalau menggunakan magicom, tutup magicomnya dibiarkan terbuka saja, soalnya kalau ditutup bisa amm meluber nutrijellnya :D. Selama proses menunggu matang, diaduk aduk terus ya biar santennya ndak mengental. Setelah matang, masukan ke cetakan deh ^_^
Sekarang buat fla.nya ^_^Susu kedelai dimasukan ke magicom, masukan satu sendok makan tepung maizena. Aduk hingga merata (tepung maizena.nya enggak mengental dibawah), masukan gula secukupnya. Lalu masaknya sambil diaduk aduk, kenapa? Pertama biar tepung maizenanya enggak mengental dibeberapa bagian saja. Kedua biar kita tahu tingkat kekentalan fla.nya, kalau misal fla.nya kurang kental bisa ditambah setengah sendok makan saja. Terus kalau pudingnya udah agak beku, tuangkan fla susu kedelainya diatas puding \^_^/. Puding Tela Ungu Fla Sule pun siap santap ^_^ Lalalala. Puding tela ungu ini juga bisa buat bekal ke sekolah, dari pada jajanan dipinggir jalan yang notabene kurang sehat (plus bahan pemborosan :v), selain itu juga bisa buat cemilan sehat :v haha buat yang diet dan enggan makan nasi gitu :DDan tralalalala... Puding Tela Ungu Fla Sule
^O^Jadi kreatif itu enggak melulu soal mengerjakan hal biasa dengan cara luar biasa, tapi mengerjakan hal biasa dengan peralatan seadanya, mengoptimalkan keberfungsian benda benda disekitar tanpa memaksakan kehadiran benda lain itu sudah termasuk kategori kreatif versi saya ^_^ Tak juga melulu tentang menciptakan goyang ala tim kreatif Trans 7 :v #ehSelamat menikmati aja deh ^_^ dan selamat mencoba juga bagi yang berkenan ^_^Posted by RisaRiiLeon at 09:34 | Labels: Seni Tangan, Serial Anak Kost | 0 comments | Email This BlogThis! Share to X Share to Facebook |








