Rss Feed

  1.             Orang tua atau keluarga merupakan institusi paling penting dalam pembentukan kemampuan anak untuk meraih prestasi. Interaksi yang terjadi antara orangtua dengan anak akan menggambarkan pola asuh yang diterapkan. Maka itulah orangtua merupakan pengambil peran utama dalam mengasuh anak-anaknya. Terjadinya krisis hubungan yang melibatkan antara orangtua dan anak sebagian besar disebabkan karena ketidakbijaksanaan orangtua dalam menerapkan pola asuh. Untuk mencegah ketidakharmonisan hubungan antara orangtua dan anak, sebagai orang tua harus mengetahui bagaimana cara yang baik untuk membawa sang buah hati mencapai masa depan dengan menempuh jalan yang terbaik.
                Umumnya, kita mengenal tiga jenis pola asuh, yaitu otoriter, permisif, dan demokratis. Pola asuh otoriter yang cenderung membatasi ruang gerak anak agar senantiasa mengikuti jalur yang dibuat oleh orangtua akan menuntun anak menjadi pribadi yang kurang memiliki inisiatif. Kepekaannya terhadap keadaan sosialpun akan sangat kurang. Minimnya keberanian mengambil keputusan akan menjadi benih benih karakter penakut dan pemalu, kadang kadang anak juga menjadi keras kepala. Dan berlahan akan menarik diri dari lingkungan sehingga mengalami hambatan kematangan jiwa atau kecerdasan, kedewasaan, serta kepribadiaannya. Pola asuh yang kedua permisif. Bagi orangtua dengan cara pandang permisif, anak mereka adalah orang dewasa yang dapat mengambil tindakan atau keputusan sendiri menurut kehendaknya tanpa bimbingan. Dengan kebebasan yang sangat luas tersebut anak akan tumbuh dengan pribadi yang impulsif, kurang disiplin, egois (mau menang sendiri), kemampuan sosialisasi kurang baik hingga akhirnya dia akan menjadi pribadi bebas tanpa rekan. Pola asuh ketiga demokratis. Orang tua memerlakukan anak sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak dan memerlihatkan serta mempertimbangkan keinginan – keinginan anak. Anak dengan orangtua demokratis akan menunjukkan sikap atau perilaku tanggung jawab yang besar, dapat menerima perintah dan dapat memberi perintah secara wajar, juga dapat menerima kritik dan saran secara terbuka. Anakpun akan tumbuh menjadi pribadi yang berani berinisiatif dan tepat mengambil keputusan, emosinya stabil, tenggang rasa cukup tinggi, mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan masih banyak hal positif lainnya.           
                Ketiga jenis pola asuh tersebut sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing masing. Namun, yang dianggap paling ideal adalah pola asuh demokratis, karena orang tua menempatkan diriya sebagai pembimbing/supervisor. Anak dibimbing menemukan potensinya dan diberi kebebasan mengembangkan dirinya. Melalui diskusi menemukan upaya upaya yang harus ia lakukan untuk meningkatkan potensinya. Di sisi lain, orang tua tetap memberikan kontrol dan disiplin dengan balutan kasih sayang dan kehangatan. Ketika anak lalai atau agak melenceng, orang tua segera mengingatkan, sehingga anak bisa belajar mengontrol dirinya. Kunci sukses keberhasilan pola asuh ini adalah jika terdapat keseimbangan antara kebebasan memilih dan tetap melalui pengontrolan.
                Pada praktiknya di lapangan, orangtua sebenarnya akan menerapkan ketiga pola asuh di atas secara bergantian. Sesuai dengan keadaan si buah hati. Untuk itu, ada lima hal penting yang perlu merambu rambu orang tua agar buah hati tetap dapat be creative with a control :
    1.      Bersikap konsisten.
                Sejak kecil, anak harus mengenali adanya rutinitas dasar yang harus ia lakukan untuk mengarahkan tingkah lakunya. Untuk itu diperlukan konsistensi dari orangtua agar pembiasaan menjadi tingkah laku yang otomatis. Contoh, pola tidur, pola makan, pembiasaan mandi dan gosok gigi, toilet learning. Kemudian dilanjutkan dengan aturan main seperti: membeli mainan, sopan santun, mengendalikan rasa kesal, menyalurkan kemarahan. Dalam proses pelaksanaannya, orangtua harus rajin memberikan penjelasan, mengapa sebuah aturan diberlakukan.
    2.      Bebas bereksplorasi.
                Anak harus merasakan berbagai hal lewat pancaindranya. Kalau ia tak pernah jatuh, misal, ia tak pernah tau caranya menghindari jatuh, sehingga keseimbangannya kurang berkembangan, eksplorasinya terbatas, serta perkembangan analisis ruang dan geraknya menjadi terhambat. Begitupun saat anak jarang diajak bicara. Kemampuannya mengungkapkan gagasan dalam berdiskusi ataupun sekedar berbincang akan terhambat. Ia terbiasa hanya mendengar tanpa pernah mengutarakan apa yang sebenarnya ia pikirkan. Perkembangannya untuk mengenal lingkungan dan belajar beradaptasi dengan sekitarpun akan kurang optimal. Kebiasaan hanya mendengar dan diam itu akan menuntunnya menjadi pribadi yang cenderung tertutup dan sukar percaya pada orang lain. Namun, terlepas dari dua contoh tadi, ketika orangtua membebaskan sang buah hati untuk berkesplorasi, eksplorasinya harus tetap terarah dan ada batas waktu. Jangan membiasakan anak terlalu mudah berpindah dari satu mainan ke mainan lain, atau beberapa kegiatan dilakukan bersamaan. Dengan anak dibiasakan dalam satu waktu melakukan satu aktivitas, makan informasi yang tersampaikan ke otaknya juga lebih teratur dan terstruktur dalam memorinya. Daya konsentrasinyapun ikut terlatih sehingga lebih mudah untuk diajak fokus kelak.
    3.      Stimulasi sesuai kemapuan anak.
                Orangtua memiliki pengetahuan mengenal perkembangan anak agar dapat memberikan stimulasi sesuai kemampuan anak. Untuk itu, orangtua harus berani mencoba dan kreatif. Amati perkembangan anak dan responslah. Ketika si kecil menunjukkan tanda tanda akan merangkak, sediakanlah ruangan yang aman-nyaman serta cukup luas untuk melatih kemampuan barunya itu. Letakkan mainan favoritnya dalam jarak tak terlalu jauh agar ia termotivasi merangkak karena ingin mendapatkan mainan itu. Dalam setiap aktivitas orangtua-anak, lakukan komunikasi untuk mengasah kemapuan berbicaranya. Perkenalkan anak dengan teman teman baru, lingkungan baru untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasinya dan dengan meniru ia pun akan lebih termotivasi untuk mencoba hal lain. Tentunya supervisi dari orangtua tetap harus dilakukan.
    4.      Mengembangkan minat dan bakat anak.
                Pada umumnya, di usia 3 – 5 tahun sudah terlihat minat atau bakat anak, tentunya dengan pemberian kesempatan dan fasilitas yang memadai dari orangtua. Jikapun belum, kita dapat menggalinya dengan mengenalkan anak pada berbagai aktivitas, baik di bidang olahraga (renang, sepakbola, voli, basket, catur, dll), seni (drama, musik, tari, sastra, gambar, dll), maupun kegiatan kognitif (membaca, berhitung, menulis). Bila ingin memasukkan anak ke sebuah kursus untuk memertajam keterampilannya, upayakan dilakukan secara berkelompok dan bukan privat, agar kemampuan sosial-emosional anak ikut terasah.
    5.      Pemberian nutrisi.
                Selain untuk pertumbuhan anak yang optimal, nutrisi diperlukan juga untuk memenuhi kecukupan energi anak dalam bereksplorasi. Dari sebuah test psikologi diketahui, anak anak ber-IQ tinggi memiliki kesempatan mengeksplorasi jauh lebih banyak dibanding anak anak dengan IQ rata rata atau rendah. Seperti yang kita ketahui, di usia balita perkembangan otak sungguh luar biasa, begitupun dengan eksplorasinya. Jelaslah, kecukupan nutrisi yang tak terpenuhi akan menghambat kemampuan berfikir dan bereksplorasinya, yang pada akhirnya akan menyulitkan anak untuk kreatif berinisiatif.
    Narisa Haryanti (Risa Rii Leon), Senin/12/2013 J
    4 B PG-PAUD 2013

    Refrensi:
    Buku Strategi Pengembangan Kreativitas pada Anak Usia Taman Kanak Kanak: Yuni Rachmawati, S.Pd.,M.Pd dkk:2011

    Jurnal : Hubungan Antara Pola Asuh dan Sikap Orang Tua dengan Perkembangan Masa Toddler di Desa Pakis Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri oleh Meli Diana ( S 540809113) : 2011

  2. Selasa, 13 Nopember 2012


                Rangkaian huruf ini hanya sekedar buah tulis penyampai pengamatan tanpa ada unsur menyinggung ataupun menggoreskan luka pada siapapun :’) just to share J dengan harapan dapat menjadi musahabah diri. Sudahkah kita menjadi lebih baik di hadapan.Nya? :)
                “Seribu tiga seribu tiga.” Tawar seorang pedangang gorengan keliling menyusuri celah celah kios di Pasar Gedhe. “Bakwan, combro, misro, mendoan, kleyem. Seribu tiga seribu tiga. Masih anget masih anget”
                “bakwannya bu sepuluh tiga ribu saja yaa :D ” tawar seorang ibu.
                “oh nggeh bu saged saged”
                Seperti yang kita tahu, bakwan. Makanan cemilan berbahan dasar terigu yang dibuat adonan lalu di campur dengan potongan potongan sayuran seperti wortel, kecambah atau toge juga kol. Sayuran tersebut di potong kecil kecil dimasukan ke adonan terigu tadi, lalu di bumbui rempah rempah. Lalu di goreng dengan bentuk melingkar pipih cembung. Kerap di sajikan dengan sekelompok cabai rawit.
                Sebuah proses masak yang cukup simple bukan? Hasilnya? Hwaah jangan tanya. Sebagai makanan ringan berminyak, bakwan cukup menjadi favorit beberapa orang. Dengan selembar kapitan patimura sudah dapat beberapa buah bakwan. Bisa dua atau tiga, tergantung dari kebijakan penjualnya tentu saja.
                Bakwan atau yang sering di panggil bala bala ini cukup sehat untuk di jadikan cemilan. Terigu yang mewakili rumpun karbohidrat dapat menjadi pengganjal perut di kala jam makan masih lama. Sayur mayur seperti wortel, toge, dan kol dapat menjadi utusan keluarga vitamin (vit. A pada wortel), . Namun, ada satu fakta penting dalam proses pembuatan bakwan. Bakwan itu di goreng kan? Nah dari tahap penggorengan itu lah vitamin vitamin yang terkandung dalam sayuran tersebut menguap bersama panasnya minyak. Hoho sayang sekali, isn’t ?
                Nah terus apa hubungannya sama ikhwan bakwan ?
    Haha iyaa yaa? *garuk garuk kepala* ekhemm ekhemmm *berdekhem dan membenarkan dasi :D*
    Sebenarnya istilah Ikhwan bakwan pertama kali saya dengar belum lama ini. Saat ada sebuah kegiatan di LDK tempat saya memiliki amanah, lalu ada seorang Ukhti yang cerita katanya ada seorang ikhwan (dari LDK yang sama) rajin sms Ukhti itu. Sms memberi perhatian, dan kadang kala memanggilnya sayang sayang gitu, padahal Ukhti itu bales smsnya juga sudah di jutek jutekin gitu, bahkan sering tidak dibalas malah. Ehh tapi si Ikhwannya saja yang keterlaluan sampai di beri alasan ikhwan bakwan haha awalnya saya tidak terlalu menggagas embel embel bakwan itu but? Kok sue sue yo penasaran :D terus saya mencoba menganalisi hal tersebut lalu menghipotesakan data empiris yang saya miliki itu.
                Ciri ciri seorang ikhwan secara fisik  itu biasanya dalam keseharian sering memakai baju koko dengan celana semata kaki, menggunakan peci. Dari segi akhlak biasanya kalau berjalan sering kali menunduk tanda menjaga pandangannya, ramah, dan hang out.nya gag jauh jauh dari masjid gitu J Nah pas berbincang dengan akhwat biasanya ada hijab (pembatas forum) yang menjaga kesucian niat mereka. Semua hal tersebut Ikhwan lakukan dan kapanpun ia berada, karena ia sangat percaya Allah mengawasinya senantiasa sehingga ia malu jika hanya melakukan semua itu di hadapan manusia saja. Itu ikhwan secara umum, namun seiring perkembangan jaman definisi tersebut juga terkontaminasi oleh virus globalisasi hloo.
    Contohnya ya si Ikhwan yang dapat julukan Ikhwan Bakwan itu. Di luarnya memang nampak sekali alim, bersahaja, dan agamis. Kemana mana memakai koko dan berpeci, tasbih tidak pernah absen di saku, namun tangan dengan lancar mengirim sms kebeberapa akhwat dambaan hatinya. Alasannya si sms tausiyah, lalu saling mengingatkan, lalu memberi perhatian perhatian kecil seperti “Ukh, sudah makan belum? Mam.a jangan telat ya Ukh, nanti bisa sakit soalnya”. Atau bisa juga dengan mengingatkan shalat de el el :D. Banyak si J terus juga kalo liat si Akhwat mata semakin lebar, bukannya menundukan pandangan malah semakin memfokuskan pandanga pada obyek modus haha ada ada saja ini Ikhwan. Parahnya si Ikhwan bakwan ini melakukan hal tersebut tidak hanya pada satu akhwat, dia memiliki list sendiri untuk akwat mana saja yang mau di modusin.
    Yosh...akhwat akhwat dia seleksi gitu. Syukur syukur ada yang nyantol gitu katanya. Ckckckc mirisnyaaa :D semoga antum/a nda gitu yaa ....
    Kalo bakwan itu kan dari segi bahan insyallah ya sehat semua. Sama ikhwan juga sebenarnya punya potensi baik juga. Lalu kenapa kok jadi gag sehat s bakwan ini? Karena di goreng sama minyak panas itulah jadi nda sehat, semua kandungan vitamin dan mineral yang berguna untuk kesehatan menguap gitu aja. Kalo di ikhwan itu ibarat si globalisasi itu yang jadi minyaknya, menguapkan ilmu yang udah di peroleh si ikhwan dalam forum forum pengajian. Jadi deh dia berilmu namun tak di amalkan ..haduh kasian ya si Ilmu terpenjara dalam benak aja tanpa ada penyaluran . Bakwan itu kan murah ya...seribu aja dapet tiga :D ... Ikwan yang ngobral tausiah demi dapet simpati akhwat (bukan lillahi ta’ala) juga murah nug ..iyalah dunia kan lebih murah di banding akherat
    Coba kalo terigu itu kita olah lebih kreatif lagi. Terigu terbaik kita buat adonan encer, di aduk aduk terus hingga benar benar semua larut. (pembentukan karakter yang ulet dan konsisten dari diri ikhwan), lalu kita beri bumbu secukupnya. Masukkan ke loyang (proses pencarian ilmu si ikhwan), adonan yang di masukan dalam loyang itu di ratakan (keseimbangan antara menuntut ilmu dan pengaplikasiannya) dan ditutup biar matang. Tandanya matang itu kalo udah ada lubang kecil kecil dari dasar adonan hingga nampak seperti sumur sumur kecil dalam loyang (kertebukaan ikhwan dalam menerima saran dan kritik guna bahan musahabah diri menunjukkan tingkat kedewasaanya juga hlo). Lalu angkat deh adonan yang udah matang itu. Terus sajikan dengan butiran ceres atau parutan keju gitu J (tampilan fisik ikhwan yang mendukung akhlakul karimahya) terus dibungkus deh dalam kardus. Harganya biasanya 12.000 satu kardus itu / satu loyang. Kalo di Kebumen saya sering memanggil sosok dalam kardus itu dengan nama martabak manis, kao di Solo teman teman saya memanggilnya terang bulan J. Tidak terlalu murah, namun juga masih terjangkau. Sehat juga kok, kan ada karbohidrat, kalsium (di kejunya itu hlo), vitamin (blue bandnya itu kan bervitamin ya?)hehe. Menjaga hijab namun masih dapat bersosialisasi dengan yang lain tanpa terlihat memaksakan  islam itu memudahkan kan?
    Saya percaya Ikhwan itu lebih berkelas dari bakwan. Tidak hanya terbungkus plastik transparan namun juga sebuah kardus hijab atas dasar ketakwaan :) insyallah :) bukan keangkuhan namun penjagaan diri. :) semoga tidak berprasangka ya Akh :)

    Tobe Continued .......




  3. Hogwarts

                Ketika dunia berlarian mengejar ketenangan dan kesempurnaan, aku bahkan melawan arus perlarian itu. Lari meninggalkan dua hal yang mereka kejar. Betapa kenyamanan itu melenakan. Betapa kesempurnaan itu menghanyutkan. Dan betapa bodoh diri yang mengejar kata sempurna untuk mengukur segala nikmat Tuhan. Ampuni aku, Tuhan!!
    ^O^
                Aku tak akan lupa bagaimana liku jalan terjal itu. Tidak hanya terjal tapi juga ada kemiringan mendekati enam puluh derajat bernama tanjakan. Disanalah kuatnya lutut teruji dengan nyata, tulang kering dibawahnyapun turut menopang agar langkah tetap terjaga. Melawan gravitasi bumi dan tak acuh pada keletihan. Hanya demi sebuah tahta.
                Aku pun tak mungkin lupa pada proses pengumpulan mozaik rejeki dalam kepingan rupiah. Lembaran lembaran penyambung hidup yang miris namun menjadi penyemangat karena disapa wajah WR.Soepratman yang tersenyum manis. Nominal untuk menjalankan roda hidup agar tetap berputar sebagaimana mestinya di era modernisasi. Selembar merah jambu yang tak pernah cukup untuk sekali makan di kedai ternama milik negara tetangga.
                Selalu terkenang pula pada sesosok Srikandi manis yang dengan tepat memanahkan asmara pada seorang biasa sepertiku. Srikandi yang sempat kusapa dalam sejarah. Menemukan sosoknya di memori masa lalu, lantas membawanya sebagai masa depan karena kesetiaan untuk selalu ada dalam melakoni peran di Tegal Kurusetra abad dua puluh satu. Melawan maharesi Bhisma yang bermetamorfosa dalam segala sosok penghianatan hidup.
                Perjuangan hidup yang berbuah sempurna. Bukankah Tuhan tidak akan mengubah keadaan suatu kaum jika kaum itu tidak merubahnya sendiri? Bukankah Tuhan sangat demokratis lagi sangat bijaksana? Bagaimana hidupmu kini adalah akibat dari hidupmu dimasa lalu. Menyalahkan orang lain atas segala yang terjadi adalah kepengecutan yang terselubung. Mengapa menyalahkan orang lain ketika ternyata itu karena ketidakmampuanmu mengambil sikap?
    ^O^
                Harta. Tahta. Pasangan, setia. Sempurna? Semua poin telah tergenggam nyaman ditangan kecil ini. Posisi strategis anti tangkis. Harta melimpah tanpa kurang. Pasangan setia kasat mata. Hidup tanpa cela dan noda. Sempurna serasa diatas awan namun kosong sekosong awan yang hanya kepulan asap. Hampa tanpa rasa. Hambar memuakkan. Tak ada perjuangan juga keringat. Semua tersedia. Tanpa usahapun sudah ada. Sial!! Aku muak. Bosan. Jenuh. Kesempurnaan yang menjemukan!!
                Seperti bocah lima tahun yang belajar menyapa huruf dalam panggilan burung terbang untuk huruf ‘M’ seperti itu pula aku mulai belajar mengeja lagi. Mengeja kata sempurna  yang tak sempurna ini. Menuntaskan tanya atas kehampaan di sanubari. Ingin bebas dan segera terlepas dari jajahan juga jeratan kata sempurna. Meski harus menelan fakta getir. Tak perlu metafora untuk menyatakan ini. Tak butuh perumpaan pula untuk menjelaskannya. Betapa aku belum merdeka. Dijajah kata sempurna.

                Merangkak pelan. Membuka perspektif baru tentang kesempurnaan. Karena sempurna tidak melulu tentang seberapa banyak harta yang termiliki. Juga tidak tentang seberapa strategisnya sebuah posisi. Apa lagi sebatas penawaran kesetiaan abadi dari pasangan. Dan tentu saja bukan mengenai kelengkapan atas ketiga poin itu. Sempurna adalah cara mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan. Sempurna adalah soal cara pandang. Jika kamu telah sempurna dengan sehelai kain takwa pun tak jadi soal. Namun tolong jawab. Jika memberi gelar sempurna pada benda fana, lantas gelar apa yang dianugerahkan untuk Dia yang Maha Sempurna?

  4. KATA PENGANTAR

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
                Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga penulis dapat melaksanakan observasi dan menulis laporan hasil observasi tepat pada waktunya. Laporan ini merupakan hasil pengamatan langsung penulis di Yayasan
    Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
                Tersusunnya laporan ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak sehingga pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :
    1.     Sarjoko selaku Pengurus Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta yang telah memberikan ijin untuk observasi
    2.     Umi Badaroh, A.Md selaku guru kelas TK A yang sudah membantu.
    3.     Hasfina R, S.Pdi selaku guru kelas TK B yang sudah membantu.
    4.      Selaku guru kelas PAUD/KB/TPA yang sudah membantu.
    5.     Semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
                Dalam penyusunan laporan ini penulis berusaha seoptimal mungkin demi sempurnanya laporan, namun penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu dengan lapang hati penulis mengharap saran dan kritik yang membangun untuk menjadi masukan dan sebagai tambahan bagi penulis.
                Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang diberikan kepada penulis. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan.

                                                                                       Surakarta, 29 Desember 2011

                                                                                                Penulis






    VISI DAN MISI
    YAYASAN PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT AR-RIDHO SURAKARTA
    Visi
    Mewujudkan Generasi Penerus yang Berilmu, Bertaqwa dan Berakhlak Mulia

    Misi
    1. Menyelenggarakan pendidikan yang bermutu sehingga anak dapat menguasai umum
    2. Pengetahuan sesuai dengan tingkat pengembangan
    3. Menyelenggarakan pendidikan yang dapat menanamkan nilai-nilai islam pada anak didik sejak usia dini
    4. Menciptakan suasana belajar yang sehat, aman, tertib dan menyenangkan bagi anak
    5. Menanamkan aqidah, akhlak dan pengetahuan agama bagi anak-anak




    BAB I
    PENDAHULUAN

    A.  LATAR BELAKANG OBSERVASI
    Observasi merupakan suatu kegiatan mengamati, melihat serta menganalis suatu kegiatan dan seperangkat informasi yang diperoleh dengan menggunakan indera. Hasil dari observasi akan berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya, walaupun objek yang diamati sama. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan dan pengetahuan dari subjek observasi juga berbeda-beda.

    B.  TUJUAN OBSERVASI
    Pengamatan yang penulis lakukan ini memiliki beberapa tujuan antara lain:
    1.     Untuk mengetahui keadaan fisik Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    2.     Untuk mengetahui letak dan area Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    3.     Untuk mengetahui struktur organisasi Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    4.     Untuk mengetahui operasional kegiatan Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    5.     Untuk mengetahui kegiatan pembelajaran di Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    6.     Untuk mengetahui permainan yang ada di Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.

    C.  METODE OBSERVASI
    Untuk memperoleh data dan informasi dalam observasi penulis menggunakan metode-metode sebagai berikut :
    1.   Metode wawancara yaitu pengumpulan data dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada responden yang menjadi narasumber.
    2.   Metode pustaka yaitu untuk memperoleh landasan teori dengan maksud untuk digunakan dalam pembahasan masalah.
    3.   Metode pengamatan yaitu pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat, mengamati serta menganalisis apa yang menjadi objek. Dalam hal ini penulis melakukannya dengan cara mengikuti kegiatan pembelajaran yang ada di Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta, khususnya kegiatan di kelas TK, PAUD/Kelompok Bermain/ Tempat Penitipan Anak dari awal hingga akhir.

    D.  SISTEMATIKA LAPORAN
    Laporan ini disusun dalam beberapa acuan yang diuraikan dan dijelaskan dalam bentuk-bentuk bab-bab yaitu :
    BAB I         :    Pendahuluan
                         Berisi tentang latar belakang, tujuan observasi, metode penulisan dan sistematika laporan.
    BAB II       : Hasil Observasi
                         Berisi tentang administrasi, kegiatan-kegiatan, hubungan sekolah, orang tua dan masyarakat serta perilaku anak didik di TK, PAUD, dan TPA.
    BAB III      : Kesimpulan dan Saran
    Berisi kesimpulan hasil observasi dan hasil analisisnya serta memuat saran yang diajukan untuk TK, PAUD, dan TPA Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    BAB IV      : Penutup
                         Berisi penutup dari penulis dengna menyusun laporan ini.















    BAB II
    HASIL OBSERVASI

    A.    FISIK TK, PAUD, dan Kelompok Bermain/TPA Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    a.     Letak TK, PAUD, dan Kelompok Bermain/TPA Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    Letak TK, PAUD, dan Kelompok Bermain/TPA Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta yaitu di Desa Kenteng, Kelurahan Semanggi Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta.
    b.     Keadaan TK, PAUD, dan Kelompok Bermain/TPA Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    Keadaan TK, PAUD, dan Kelompok Bermain/TPA Yayasan Ar-Ridho Surakarta sudah cukup baik sebagai wilayah edukasi yang kondusif. Dengan bangunan gedung milik sendiri, terdiri atas tiga ruang belajar untuk ruang kelas TK A, ruang kelas TK B dan ruang kelas KB/TPA, ruang guru dan staff, ruang pembelajaran untuk kegiatan masyarakat seperti kejar paket ataupun pelatihan keterampilan, toilet, tiga bangunan gazebo yang biasa di gunakan untuk pembelajaran outdoor, sebuah kolam renang, serta halaman bangunan yang cukup luas sebagai arena bermain dan berkreasi anak anak. Suasananya kondusif dalam artian baik dan mendukung sebagai tempat belajar yang tenang dan aman.
    c.      Alat Permainan
    Ø  Alat Permaninan Indoor :
    1)     TK Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    1)     Gambar presiden dan wakil presiden
    2)     Gambar pancasila
    3)     Poster bergambang binatang
    4)     Poster bergambar alat-alat transportasi
    5)     Poster bergambang bunga
    6)     Poster bergambar baju adat Indonesia
    7)     Poster bergambar alat-alat musik
    8)     Poster bergambar 4 sehat 5 sempurna
    9)     Poster bergambar sholat 5 waktu
    10) Poster bergambar huruf hijaiyah
    11) Poster bergambar tata cara wudhu
    12) Poster bergambar nama hari-hari
    13) Poster bergambar angka
    14) Poster bergambar sayur mayor
    15) Poster bergambar rukun islam
    16) Poster bergambar mengenal bahasa
    17) Poster bergambar nama bulan Islam
    18) Gambar huruf alphabet
    19) Gambar latihan membaca
    20) Gambar alat musik tradisional
    21) Kalender
    22) Kipas angin
    23) Almari untuk tempat buku gambar siswa dan buku tulis
    24) Gambar kegiatan profesi orang
    25) Gambar pemandangan
    26) Gambar alat-alat komunikasi
    27) Gambar tempat-tempat ibadah
    28) Gambar proses terjadinya hujan
    29) Tempat duduk dan meja siswa
    30) Tempat untuk meletakkan pensil berwarna dan krayon
    31) Jam dinding
    32) Mading untuk menempelkan hasil karya siswa
    33) Gunting
    34) Resensi murid
    35) Funny blocks (alat permainan bongkar pasang) dengan berbagai bentuk, ukuran dan warna yang berbeda.
    36) Alat mencocok
    37) Berbagai jenis puzzle (puzzle susun segitiga, puzzle susun lingkaran, puzzle binatang, puzzle gambar buah)
    38) Plastisin
    39) Keranjang sampah
    40) Balok susun
    41) Papan tulis
    42) Jadwal kegiatan pelajaran
    2)     Pendidikan Anak Usia Dini/Kelompok Bermain/TPA Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho Surakarta.
    1.     Kalender
    2.     Kipas angin
    3.     Kuda kudaan kayu
    4.     Almari untuk tempat buku gambar siswa dan buku tulis
    5.     Gambar kegiatan profesi orang
    6.     Gambar pemandangan
    7.     Gambar alat-alat komunikasi
    8.     Boneka berbentuk hewan
    9.     Berbagai jenis puzzle (puzzle susun segitiga, puzzle susun lingkaran, puzzle binatang, puzzle gambar buah)
    10.  Plastisin
    11.  Keranjang sampah
    12.  Balok susun
    13.  Papan tulis
    14.  Jadwal kegiatan pelajaran
    15.  Tempat duduk dan meja siswa
    16.  Tempat untuk meletakkan pensil berwarna dan krayon
    17.  Jam dinding
    18.  Mading untuk menempelkan hasil karya siswa
    19.  Gunting
    20.  Resensi murid
    21.  Funny blocks (alat permainan bongkar pasang) dengan berbagai bentuk, ukuran dan warna yang berbeda.
    22.  Poster bergambang bunga
    23.  Poster bergambar baju adat Indonesia
    24.  Poster bergambar alat-alat musik
    25.  Poster bergambar 4 sehat 5 sempurna
    26.  Poster bergambar sholat 5 waktu
    27.  Poster bergambar huruf hijaiyah
    28.  Poster bergambar tata cara wudhu
    29.  Poster bergambar nama hari-hari
    30.  Poster bergambar angka
    31.  Poster bergambar sayur mayur
    32.  Poster bergambar rukun islam
    33.  Poster bergambar mengenal bahasa
    34.  Poster bergambar nama bulan Islam
    35.  Gambar huruf alphabet
    36.  Gambar latihan membaca
    37.  Gambar alat musik tradisional
    38.  Gambar presiden dan wakil presiden
    39.  Gambar pancasila
    40.  Poster bergambang binatang
    41.  Tempat Mandi Bola.

    Ø  Alat Permainan Outdoor.
    Ø  Ayunan (ayunan gantung dan ayunan geser)
    Ø  Prosotan
    Ø  Jungkat-jungkit
    Ø  Jembatan pelangi
    Ø  Bola dunia
    Ø  Kuda-kudaan dari kayu
    Ø  Tangga kubus,
    Ø  Kolam renang,
    Ø  Ring basket, dll







    A.  OPERASIONAL KEGIATAN TK, PAUD, KB/TPA
    1.     Kegiatan anak
    Berdasarkan hasil observasi saya, untuk siswa TK masuk pada 07.00 WIB, siswa PAUD dan KB/TPA masuk pada pukul 07.30 WIB. Anak-anak datang sebelum jam masuk dengan atau tanpa diantar oleh keluarganya.
    Anak mengikuti kegiatan pembelajaran seperti yang akan diuraikan di bawah ini. Sedangkan pada jam istirahat, anak-anak bermain di luar dengan alat permainan outdoor, sebagian ada yang membeli makanan ringan pada penjual yang ada di halaman ataupun di serambi.
    Anak-anak pulang pada pukul 10.00, sedang khusus KB/TPA akan di tunggu sampai pukul 14.00 WIB setiap harinya.
    2.     Kegiatan guru
    Jumlah guru yang ada di Yayasan PKBM Ar-Ridho ada 6 orang, dengan masing masing kelas dua guru. Para guru datang ke Yayasan dan anak-anak sudah menunggu di depan pintu. Guru membersihkan dan menata ruang kelas kemudian baru memulai pembelajaran. Ketika pembelajaran selesai, guru merapikan alat-alat yang digunakan dan membersihkan ruang kelas kemudian berdiskusi dengan guru lainnya di ruangan kantor baru kemudian pulang.
    3.     Kegiatan orang tua/pendamping
    Sebagian siswa datang tanpa diantar orang tua mereka, karena umumnya jarak rumah mereka cukup dekat. Namun ada juga anak yang diantar dan dijemput orang tuanya setiap hari. Pada waktu istirahat, para orang tua siswa ada yang menyuapi anaknya, ada yang mengobrol dengan wali muridnya yang lain, ada juga yang mengobrol dengan guru pengajar.

    B.  KEGIATAN PEMBELAJARAN
    Berdasarkan hasil observasi yang saya lakukan pada hari Rabu, 14 Desember 2011, kegiatan pembelajaran di :
    A.    Kelas TK
    v Kegiatan Awal 30 menit yang dilakukan di teras TK pukul 07.00-07.30
    ·     Baris
    ·     Berdoa
    ·     Hafalan doa’a sehari-hari
    ·     Menyanyi bersama-sama
    ·     Menari bersama sambil duduk kemudian sambil berdiri
    ·     Mengucapkan salam dengan memakai bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
    v Kegiatan Inti 60 menit yang dilakukan di tiap-tiap kelas
    Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang telah saya observasi di kelas B1. Pada waktu itu, kegiatan intinya adalah bertemakan makanan.
    ü 30 menit pertama (pukul 07.30-08.00)
    ·     Menghafal asmaul husna
    ·     Menghafal rukun islam
    ·     Menyanyi lagu-lagu anak (Balonku ada lima)
    ·     Menghafal nama nabi dan rasul
    ·     Menghafal 4 sehat 5 sempurna
    ·     Kemudian guru menjelaskan fungsinya mengapa manusia harus makan
    ·     Menyebutkan alat-alat untuk makan
    ·     Menyebutkan alat-alat untuk memasak
    ·     Menyebutkan makanan yang mengenyangkan
    ü 30 menit kedua (pukul 08.00-08.30)
    Guru membagikan buku lembar kerja dan pensil berwarna kepada anak-anak kemudian guru memberikan tugas kepada anak-anak berupa :
    ·     Belajar menulis
    ·     Melengkapi huruf
    ·     Mewarnai gambar
    ·     Membedakan benda-benda yang berbeda ukuran
    v Istirahat 30 menit (pukul 08.30-09.00)
    Anak-anak yang selesai mengerjakan tugasnya kemudian memanfaatkan waktu istirahat selama 30 menit. Ada yang bermain di permainan outdoor, ada juga yang membeli jajanan dan memakan bekal makanan mereka dengan disuapi atau tidak oleh orang tua mereka. Namun ada juga yang masih mengerjakan tugasnya karena belum tugasnya tersebut belum dapat diselesaikan.
    v Kegiatan Penutup
    ü Makan bersama-sama yang diadakan di masing masing kelas. Kegiatan tersebut dilakukan setiap satu bulan sekali setiap pertengahan bulan (pukul 09.00-09.45)
    · Anak-anak diminta berkumpul
    · Membaca doa sebelum makan beserta artinya
    · Makan bersama. Ada yang makan sendiri namun juga ada yang disuapi oleh orang tuanya.
    · Setelah selesai, guru membersihkan lantai dengan dibantu oleh orang tua siswa sedangkan anak-anak bermain kembali.
    ü Lanjut kegiatan belajar (09.45)
    · Mengahafal angka-angka dengan menggunakan bahasa Arab
    · Bernyanyi bersama (1+1 dan tanganku ke atas)
    · Menghafal doa sesudah makan beserta artinya
    · Menyanyikan lagu sifat-sifat rasul
    · Menyanyikan lagu rasa sayange
    · Membaca surat Al ‘Asr
    · Membaca doa selesai belajar
    · Mengucapkan salam “Assalamu’alaikum”
    · Mengucapkan salam “Selamat Siang dan Good Afternoon”
    Guru memberikan tugas untuk dikerjakan di rumah berupa menulis.
    B.    Kelas PAUD, KB/TPA.
    v Kegiatan Awal 30 menit yang dilakukan di teras TK pukul 07.00-07.30
    ·     Anak anak masuk kelas
    ·     Berdoa
    ·     Hafalan doa’a sehari-hari
    ·     Menyanyi bersama-sama
    ·     Menari bersama sambil duduk kemudian sambil berdiri
    ·     Mengucapkan salam dengan memakai bahasa Indonesia.
    v Kegiatan Inti 60 menit yang dilakukan di tiap-tiap kelas.
    Berikut adalah kegiatan-kegiatan yang telah saya observasi di kelas PAUD/KB/TPA. Pada waktu itu, kegiatan intinya adalah bertemakan alam.
    ü 30 menit pertama (pukul 07.30-08.00)
    ·     Menyanyi lagu-lagu anak (Balonku ada lima, Topi saya bundar)
    ·     Menyanyi lagu dengan nama panggilan setiap anak
    ·     Menyanyi lihat kebunku.
    ·     Kemudian guru menjelaskan fungsinya mengapa manusia harus sayang alam
    ·     Menyebutkan macam macam tanaman
    ·     Menyebutkan tanaman yang dapat di makan dan ada lingkungan sekitar.
    ü 30 menit kedua (pukul 08.00-08.30)
    Guru membagikan buku lembar kerja dan pensil berwarna kepada anak-anak kemudian guru memberikan tugas kepada anak-anak berupa :
    ·     Belajar menulis
    ·     Menyanyikan alfabet
    ·     Mewarnai gambar
    v Istirahat 30 menit (pukul 08.30-09.00)
    Anak-anak yang selesai mengerjakan tugasnya kemudian memanfaatkan waktu istirahat selama 30 menit. Ada yang bermain di permainan outdoor, ada juga yang membeli jajanan dan memakan bekal makanan mereka dengan disuapi atau tidak oleh orang tua mereka. Namun ada juga yang masih mengerjakan tugasnya karena belum tugasnya tersebut belum dapat diselesaikan.
    v Kegiatan Penutup
    ü Makan bersama-sama yang diadakan di masing masing kelas. Kegiatan tersebut dilakukan setiap satu bulan sekali setiap pertengahan bulan (pukul 09.00-09.45)
    · Anak-anak diminta berkumpul
    · Membaca doa sebelum makan beserta artinya
    · Makan bersama. Ada yang makan sendiri namun juga ada yang disuapi oleh orang tuanya.
    · Setelah selesai, guru membersihkan lantai dengan dibantu oleh orang tua siswa sedangkan anak-anak bermain kembali setelah mencuci tangan.
    ü Lanjut kegiatan belajar (09.45)
    · Mengahafal angka dengan bahasa indonesia.
    · Bernyanyi bersama (1+1 dan tanganku ke atas)
    · Menghafal doa sesudah makan beserta artinya
    · Menyanyikan lagu sifat-sifat rasul
    · Menyanyikan lagu rasa sayange
    · Membaca doa selesai belajar
    · Mengucapkan salam “Assalamu’alaikum”
    v Berdasarkan pengamatan saya, strategi pembelajaran yang digunakan para guru di Yayasan PKBM Ar-Ridho adalah strategi demonstrasi, strategi bernyanyi, strategi ceramah, dan strategi penugasan.

    BAB III
    KESIMPULAN DAN SARAN
    A.    KESIMPULAN
    Dari observasi ini, dapat diambil kesimpulan bahwa:
    1.     TK, PSUD/KB/TPA didirikan dan di kelola oleh suatu Yayasan Pemerintah
    2.     Guru – guru yang mengajar di TK,PSUD/KB/TPA sudah mempunyai pendidikan yang sesuai untuk jadi guru.
    3.     Anak – anak di TK sudah lebih besar sekitar umur 4-6 tahun.
    4.     Anak – anak di PAUD/KB/TPA sekitar umur 3-4 tahun.   
    5.     Fasilitas dan sarana prasarana di TK, PAUD/KB/TPA sudah lengkap.
    6.     Proses pembelajaran di TK, PAUD/KB/TPA sudah teratur dan disiplin.

    B.    SARAN
    Dari analisis observasi, penulis mempunyai saran untuk Yayasan PKBM Ar-Ridho Surakarta. Mudah- mudahan saran ini dapat bermanfaat bagi kelangsungan belajar mengajar di Yayasan PKBM Ar-Ridho Surakarta :
    Saran dari penulis antara lain:
    1.     Sebaiknya TK lebih menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga murid- murid nyaman dan senang dalam belajar.
    2.     Adanya hubungan baik antara guru dan wali murid.
    3.     Lebih bisa disiplin waktu dan bisa mengatur waktu yang efektif sehingga pembelajaran berjalan baik.
    4.     Pengelolaan yang baik perlu di tingkatkan agar tetap terjaga kualitas dan kuantitasnya.
    5.     Lebih melengkapi fasilitas dan sarana prasarana pembelajaran sehingga bisa memperlancar proses pembelajaran.




    BAB IV
    PENUTUP

    Dengan mengucapkan syukur alhamdulillah, akhirnya laporan hasil observasi di Yayasan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ar-Ridho dapat di selesaikan dengan lancar. Laporan hasil observasi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman yang nantinya akan penulis butuhkan dalam mempersiapkan diri menjadi seorang pengajar yang sudah mempunyai pengetahuan tentang Anak Usia Dini. Sebagai penutup dari laporan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak- pihak yang membantu dalam penyelesaian laporan ini.
    Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan observasi ini masih terdapat banyak kesalahandan kekurangan. Oleh karena itu, penulis minta maaf dan penulis mengharapkan saran serta kritik yang membangun.
    Demikian, semoga laporan hasil observasi ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.