Rss Feed
  1. Savety Games!

    Saturday, 28 December 2013

    Bismillaahirrahmaanirrahiim :)


    Sabtu, 28 Desember 2013

    Alex


                Saya pernah membaca sebuah kalimat “Hidup adalah permainan” haha lucu menurut saya, namun menyikapi hal tersebut menerbitkan satu games dalam benak. Disponsori beberapa kali pengalaman dilapangan, terumuskanlah sebuah “savety games”. Yaps, permainan keselamatan yang saya konstruksikan berdasar permainan hidup kata rekan saya tadi serta pengalaman pribadi haha.
    ^O^
                Sesuai dengan nama permainan ini games savety, :D membawa genre racing kart finish dari permainan ini adalah tentang keselamatan :”). Dikembangkan berdasar pengalaman mengemudi motor dengan rute Solo – Klaten – Yogya – Purworejo – Kebumen juga sebaliknya, lalu Solo – Salatiga - Semarang juga Semarang – Salatiga – Semarang, serta Solo – Sragen (Sangiran) – Purwodadi – Pati dan arah sebaliknya. Interaktif untuk seperangkat sponshor yang akan saya sebutkan pada akhir review. Games ini mengemas pengalaman mengemudi diragama karakter daratan Indonesia dengan tokoh bernama Alex (laki laki) dan Lexa (perempuan). Nama pemain dapat dipilih sesuai selera gamer.
                 Berawal dengan memilih rute yang diinginkan.
    -          Solo – Sragen (Sangiran) – Purwodadi – Pati
    -          Solo – Yogya – Purworejo – Kebumen
    -          Solo – Salatiga – Semarang
                Dengan motor yang nantinya akan dipertandingkan dengan medan yang berbeda beda setiap levelnya, seperti berpasir, licin, jalan lurus berlubang, menanjak berpasir, menikung tajam, gelap saat malam, dan lain lain. Selain modal awal untuk bertanding (motor dan helm), gamer juga bisa memilih atau membeli boost (kacamata, masker, tetes mata, sarung tangan, dll) dan juga power up (bensin, air mineral, sebungkus nasi liwet anti kadaluarsa tanpa formalin :v) pendukung sebelum gamer memulai tantangan.
                Gamer juga bisa memodifikasi motor yang digunakan sesuai medan medan yang nanti akan dihadapi. Kontrol permainan ini sesuai dengan komitmen gamer saat mulai pernjalanan, untuk yang baru pertama kali harus beradaptasi cepat dengan medan. Motor disini berlajan secara otomatis ketika mesin sudah dinyalakan dan ada dua tombol kontrol disini. Pertama drift atau slide dan tombol untuk mengerem atau mundur yang terdapat pada layar.
                Dalam mengendarai ada dua tipe yang dapat digunakan, touch control atau tilt control. Untuk titlt control dapat dikatakan sulit, sebab jika terlalu kaku dan kurang sensitif tidak jarang gamer akan menabrak atau terjerumus mengendus dasar medan. Jika gamer sudah terbiasa dengan kontrol ini mungkin hal tersebut bukanlah suatu yang sulit.
                Gamers juga bisa mengeluarkan power slide ditikungan lintasan. Semakin lama melakukan power slide, makan semakin cepat gamers mendapatkan boost untuk menambah kecepatan. Yang menarik dalam game ini gamer hanya tidak boleh membunuh makhluk hidup. Ya, keselamatan menjadi point utama dalam games ini. setiap pembunuhan yang terjadi akan mengurangi nyawa gamer. Obyek pembunuhan disini tak sebatas manusia, namun juga serangga atau binatang serta tumbuhan. Dan ingat, sekali mesin menyala gamer harus menuntaskan perjalanan, mencapai garis finish dengan selamat. Menyerah dijalan sama dengan game over :P
                Ada banyak level yang ditawarkan dalam game ini. Dari level 50 cc hingga 150 cc. Tenang saja, ini games alur, dibuka dengan kemudahan, ditengahi klimaks kesulitan lalu ditutup anti klimaks kemudahan juga. Untuk tampilan visual dalam games ini sangat indah. Seindah indonesia dengan label ‘jamrud khatulistiwa’nya :”). Karakter yang cerdas dan latar belakang visual yang selalu sukses menuai decak kagum ciptaan Tuhan. Musik pengiringpun disesuiakan dengan ruang dengar games khas Indonesia.
                Berikut beberapa cuplikan untuk level level yang ditawarkan :
    Ø  Level I
                Saya tegaskan kembali bahwa medan yang dilalui gamer adalah jalan penuh lubang yang harus dihindari agar laju kendaraan tetap stabil. Tantangan pertama ialah ketepatan waktu untuk menginjak pedal rem dan kelincahan gamer mengendalikan laju motor diantara banyaknya rambu lalu lintas yang membatasi gerak sang gamer, juga ramainya jalan oleh pengguna lain. Lampu lalu lintas dengan jeda jarak beberapa meter, mobil mobil ukuran besar yang tak tahu diri main salip, juga pejalan kaki yang melupakan zebracross untuk menyebrang dan trotoar untuk berjalan santai. Pembukaan games yang bisa dianggap sebagai pemanasan. Dengan bonus beberapa polisis tidur yang menggunung dan berkelompok, nikmati saja getaran awal perjalanan. :D
    Ø  Level II
                Pada level ini gamer akan dimanjakan dengan desain visual yang menakjubkan. Hamparan sawah sebagai permadani hijau, siluet beberapa gunung nan jauh dimato beserta arakan awan yang enggan menjauh dari singgasananya, juga berjajar pohon pembatas jalan yang menyejukkan mata. Yes, diadaptasi dari visual alam khas Indonesia level ini memberi kesempatan gamer untuk mengurangi kecepatannya, menikmati setiap gas knalpotnya yang mungkin beberapa ratus tahun lagi merampas keindahan itu. Lantas apa tantangannya disini? Haha cerdas. Tantanganya adalah bagaimana gamer menjaga fokusnya pada tujuan, fokus bahwa dia sedang mengemudikan kendaraan (motor). Dengan tawaran pemandangan tersebut rasanya sayang jika dilewatkan bukan? :P Lubang lubang dijalan tetap ada, dan hindari untuk tidak menbrak beberapa binatang melata yang mungkin melintas sepanjang jalan.
                Setelah disuguhi kealamian pandang ekosistem Indonesia dipenghujung level visual berganti dengan riuhnya suasana kota besar. Kanan kiri penuh gedung bertingkat, asap knalpot melesat pekat, manusia jalan merayap padat, dan banner banner pejabat dengan senyum gigi rapat. Tantangan masih sama, hanya saja disini gamer harus berusaha untuk tidak menabrak rakyat jelata. Manusia manusia jalan dengan tangan menengadah -,-.

    Ø  Level III
                Jalan berpasir yang licin di ban motor (sebab proyek bangun jalan yang belum kelar kelar), tikungan tajam, serta tanjakan khas daratan gunung Indonesia akan mewarnai petualangan dilevel III ini. Nyaris serupa dengan visual di level II, pemandangan di level ini tak kalah menakjubkan. Sistem terasering yang cantik, atap atap kecil didataran bawah, pondok pondok dipematang sawah, serta sunset diantara rimbunya cemara puncak. Visual yang menguji kefokusan gamer, lagi lagi jalan semakin kasar dan tak beraspal, kanan kiri hutan, serta ketiadaannya lampu jalan (penerang maupun penertib lalu lintas). Malam adalah kesialan yang harus dilalui gamer untuk terhindar dari perosok jurang. Gelapnya jalan saat malam dan mencekamnya aura hutan, cukup menguji nyali dari gamer. Belum lagi truk truk besar penguasa malam dan jalur alternatif serta sepaket tanjakan – turunannya. Maka, tingkatkan kehati hatian pada level ini.

    Ø  Level IV
                Penutupan yang indah dari games ini adalah debur ombak dibibir pantai pasir putih. Jalan yang seadanya (belum aspal), dan terpaan pasir oleh angin, gamer diharuskan melewati gundukan gundukan pasir untuk mencapai finish. Sebelum dihadapkan dengan gundukan pasir, gamer disuguhi tantangan banyaknya insan insan yang lalu lalang dijalan, serta beberapa tikungan penuh kejut. Tetap hati hati saja :D.

                Ada beberapa bonus yang ditawarkan games ini jika gamer : Tidak tergoda untuk memberi mereka manusia jalanan, menegur pengendara dengan kendaraan roda dua yang standarnya masih tegak berdiri, menyeberangkan jalan pejalan kaki yang hendak menyeberang, menyingkirkan penghalang jalan (kecuali palang kereta api ye -,-), juga tetap tersenyum saat ada pengendara lain seenaknya sendiri ada poin poin yang dapat menambahkan power slide untuk gamer.
               
                Demikian sekilas games yang saya alami :D haha jangan percaya pada apa yang saya katakan, alamilah :”) Namun, ingat saat anda mencoba games ini, satu point penting “SAVETY!” perjalanan adalah tentang keselamatan untuk sampai pada tujuan. :”) Dan tujuan akhir dari setiap perjalanan adalah pulang dengan kerumah dengan selamat. :”)
                Berikut adalah sponspor terwujudnya games diatas :
    1.      Uniknya letak geologis Indonesia, tepat berada di pusat tumbukan Lempeng Tektonik Hindia Australia di bagian selatan, Lempeng Eurasia di bagian utara dan lempeng Indo-Australia bertabrakan dengan lempeng Eurasia di lepas pantai Sumatra, Jawa, dan Nusatenggara, sedangkan dengan pasific di utara Irian dan Maluku Utara. Juga adanya pertemuan dua pegunungan muda (Pegunungan Sirkum Mediterania disebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik dibagian Indonesia Tengah) Hal tersebut jelas berdampak pada tatanan tektonik Indonesia yang kompleks. Pegunungan, Gunung Berapi, Kawah, Palung, Pantai, dll. Membuat manusia beradaptasi membuat jalan penuh kelok untuk tatanan tektonik yang elok tersebut.
    2.      Letak geografis Indonesia yang diantara dua benua (Asia dan Australia) serta diapit dua samudra (Samudra Hindia dan Samudra Pasifik) sehingga membebaskan angin muson barat dan angin muson timur bertiup. Menghembuskan dua musim, kemarau dan penghujan. Menjadikan jalan retak kala kemarau dan licin berlubang saat hujan. :D
    3.      Sistem otonomi daerah yang disalahgunakan beberapa insan kurang kesadaran hidup penuh kebersamaan. Otonomi daerah dengan maksud meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pelayanan umum dan daya saing daerah malah dialihkan dengan ajang pemerataan korupsi hingga kepemerintahan daerah. DuhMiris! -,-. Kasus kasus penggelapan dana pembangunan jalan menjadi sponsor utama atas perkara jalan pembunuh nomor tiga. -,-. Kasihan ya jalan disalahkan, ketika yang salah pemegang dana pembangunannya. Upss!
    4.      Dan karakter manusia yang mayoritas penyuka instan, cepat. :D Inilah faktor utamanya. :D Kebanyakan dari kita, menginginkan sesuatu itu cepat dan tepat terlaksana, hingga lupa pada keindaha proses yang menghasilkan ketepatan sama. Kita yang sering buru buru pulang, ingin cepat cepat sampai dirumah, cepat cepat sampai kantor/sekolah juga semua tujuan yang kita inginkan. Baginda Rosul pernah bersabda “Tergopoh – gopoh itu pembawaan dari syaitan, kecuali dalam lima perkara : 1. Mengawinkan anak perempuan jika telah sampai waktunya, 2. Membayar hutang jika sudah sampai janjinya, 3.Mengurus mayat bila datang ajalnya, 4. Menghormati tetamu di kala ia datang bertandang, 5. Bertaubat setelah mengerjakan dosa.” Juga ditegaskan oleh Riwayat Baihaqi “Bertenang tenanglah itu dari Allah dan terburu buru itu dari syaitan.” Nikmatilah perjalanan , terburu buru jika memang itu masuk dalam lima yang dibolehkan itu. :”) Hidup ini singkat, jika terburu buru mau kamu buat sesingkat apa hidup ini? :”) Sayangi hidupmu, dan pulanglah dengan selamat :”) ada keluarga yang selalu menunggu dirumah :”) be savety :D

    Beberapa artikel pendukung:

     
     
     

     


  2. Death Note

    Thursday, 19 December 2013

    Bismillaahirrahmaanirrahiim :)



    Kamis, 19 Desember 2013

    teknologi.news.viva.co.id

                Masih pukul sepuluh lebih lima menit saat Solo dibungkus hujan kecil jika tak ingin disebut gerimis. Sepertinya langit sedang menggambarkan kedukaan, atau air sedang meredam banyak mata yang menggenangkan isak. Hari ini dua kabar lelayu menyambangi ruang dengar. Seorang adik dari dosen tersayang, dokter muda dengan kepontensialannya mengabarkan kesehatan pada pasien lalu juga Bunda dari seorang adik perempuan tersayang setelah beberapa hari di opname.
    ^O^
                Terlepas dari siapapun yang berpulang pada hari ini. Menatap kabar lelayu selalu sukses membangun dinding bening dilapis kornea. Menekan dada menjadikannya asma seketika.
                Bahwa kematian adalah perpisahan paling tak terduga yang sejatinya sudah terencana oleh.Nya. Bahwa kematian adalah kepulangan menuju rumah hakiki yang mengiris hati. Bahwa kematian merupakan tiket pasti mereka yang bernyawa untuk menemui asal mulanya. Namun kematianlah jalan kita menuju kehidupan abadi.

    ^O^
    "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan baru pada hari kiamatlah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan."

                 Ya, kematian adalah kepastian hidup yang ada diantara banyak ketakpastian kehidupan. Yang pasti dialami oleh mereka yang bernyawa. Sebab sudah pasti maka kematianpun bukan untuk ditakuti atau dihindari *An Nisa:78*. Maka lebih baik sibukan diri dengan hal hal indah untuk kematian yang indah (khusnul khotimah). Ketika kita lahir dalam keadaan baik, maka pulanglah sebagai milik.Nya dalam keadaan baik pula. Ya, sesungguhnya kita ini milik Allah dan kepada.Nyalah kita akan kembali.
                Seorang pernah berpesan pada saya, untuk tak lupa merencanakan kematian yang baik disamping kita menjalani kehidupan yang baik. Dan menatap kematian adalah teguran tersopan Allah untuk mereka yang masih memiliki nafas. Agar mengevaluasi usia yang lalu juga merencana usia yang tersisa untuk termanfaat lebih optimal dijalan.Nya. Agar tak lupa pada hulu dan muara sebuah raga serta nyawa. Agar tetap menjaga perpanjangan doa seusai sujud untuk mereka yang telah disurga. (Doa menjadi satu satunya cara menyatakan cinta pada mereka yang telah berpulang).
    ^O^

                Kemudian, kepada engkau yang selalu menatap saya di atap angkasa juga pemerhati saya dinegeri angan. Sebuah cinta yang telah berbeda langit namun masih terhubung oleh rapalan harap. Ku hidupkan kisah kita dalam doa. Boleh ya :”)
                “Raga mereka mungkin memang telah melebur bersama tanah, namun kebersamaan dengan merekapun telah melebur dalam ingatan. Itulah yang membuat mereka tetap hidup disini *mendekap hati*.” Ucap Bunda menenangkanku.
     

  3. Bismillaahirrahmaanirrahiim :)



    Kamis, 19 Desember 2013

                     Merdeka.com - Butuh uang, Wiji Saputro (22) nekat menggadaikan motor milik mertuanya untuk melunasi utangnya. Namun pemuda pengangguran itu kemudian malah mengakhiri hidupnya dengan gantung diri karena takut diomeli sang mertua (18/12/2013)

                Merdeka.com - Huri Haliman (74), warga Kampung Jayosudiran Rt 1/12 Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah, ditemukan tewas di dalam sumur milik tetangganya, Selasa (10/12) siang. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang parkir tersebut diduga bunuh diri dengan cara masuk ke lubang sumur (11/12/2013)

                http://www.merdeka.com/tag/b/bunuh-diri/*perhatikan rentang waktu kejadiannya. Sungguh ini miris sekali.

    ^O^
    “Dan Tuhan menegurmu dengan cukup sopan, melalui ketidakpedulian yang berakhir pada penjemputan ajal rekan hidup terdekat”

                Dua kasus diatas adalah kasus bunuh diri dalam jangka waktu terdekat dari hari ini. dan tentu ini bukan kali pertama saya mendengar kasus serupa hingga lambat laun sudah mulai terbiasa. Mulai dari artis korea hingga pembantu rumah tangga pernah menjadi tokoh dalam berita bunuh diri. Informasi yang saya dapat dari situs pemberitaan lokal hingga internasional, namun jika nyata kasus terjadi didepan mata tanpa perantara? Seorang terdekat atau seorang dikenal yang menjadi tokoh utama? Sebatas percaya dan ya sudah kah? Sungguh, rasa itu tak lagi sama.
                Rasa yang terlampau menyesakkan untuk dapat terabai. Sesak menjadi sangat sederhana ketika ia yang ada didepan mata namun tak teranggap ada hingga ajal menjelma dalam tindak rekayasa mengakhiri usia.
    ^O^
                Tanah baru saja mulai terang, dengan sepenggalah dhuha dilangit timur. Ayam jantanpun masih menyisakan kokokannya di pucuk embun cemara, namun warga sekitar telah asik dengan prasangkanya. Sibuk membuat kerangka pikir berupa spekulasi spekulasi tentang kematian seseorang anak manusia dengan posisi tak selayaknya. Bunuh diri kata mereka, pembunuhan kataku!.
                Ingat kematian pertama yang tersurat dalam adegan di 3 Idiots, bagaimana idealisme seorang Viru membuat mahasiswa tingkat akhirnya menjemput awal. Memang semua telah tergariskan oleh Sutradara Tunggal, Sang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana, Allah SWT. Namun, jika pembelajaran akbar terpampang jelas, mengapa malah tertangkap sebagai ajang penghakiman pada yang yang mengambil tindakan?!? Menyalahkan keputusasaan seseorang yang merasa sendiri?!
                Damn it! Pandai nian mereka membangun adegan kronologi tanpa fakta, berbekal prasangka dan lisan tak terjaga. Mereka mencipta cerita nyata penuh dusta.
                “Si Fulan/Fulanah kan begini begitu begini bla bla bla....” ucap seseorang saat takziyah ke rumah duka.
                “Si Fulan/Fulanan begitu begitu begitu makannya begini begini bla bla bla...” sahut rekan wicaranya.
    ^O^
                Jika tindak bunuh diri dikatakan sebagai wujud ketidakcintaan pada diri atau ketidakpercayaan pada Tuhan itu salah! Bahkan ia bertindak demikian sebab ia sangat mencintai dirinya sendiri. Enggan membiarkan diri tersiksa lebih lama di alam fana ini. Memilih kembali pada Ia Sang Maha Pelindung, pangkal muara seluruh umat manusia, Allah SWT. Percaya bahwa dengan kematian kehidupan di alam bersama Rabb.nya selalu yang terbaik. Mereka hanya sedang mengemis perhatian Tuhan, sebab rekan sesama manusianya tak ada lagi yang peduli.
                Astagfirullah hal adzim, Ampuni kami ya Rabb. Bahkan dalam islam, dengan segala kekaffahan aspek yang diaturnya, ia tak hanya mengatur hubungan dengan Tuhannya, namun juga sesamanya sebagai sesama manusia. Saat memilih dan masuk islam, masuklah secara kaffah (menyeluruh dan utuh). Tak hanya sibukkan diri dengan ibadah kepada.Nya, namun juga sibuk dengan menjaga saudaranya atas dasar cinta kepada.Nya.
                Dan saudaraku :”) sebaiknya peristiwa peristiwa semacam itu tak semata membangun prasangkamu pada fulan/fulanah namun juga menyadari betapa Allah masih sangat mencintai kita, menegur kita dengan cukup sopan, untuk lebih peduli pada sesama saudara. Kepedulian nyata yang tak hanya terwakilan oleh harta atau tahta. Mencobalah untuk ‘ada’. Ya hanya ‘ada’ :”) Ada untuk sekedar menyediakan telinga. Ada untuk sekedar meminjamkan bahu. Ada untuk sekedar menyediakan lisan cengkrama. Ada untuk sekedar menyapa, “Aku disini saudaraku, kamu tidak sendiri. Ada aku.” Teriring senyum tulus berlandas cinta pada.Nya.
    ^O^
                Dan engkau yang sedang berfikir keras tentang cara bunuh diri terindah tanpa sakit sebab banyaknya hal yang menghimpit ruang lahir batinmu. Kebutuhan pokok yang tak terpenuhi, rekan yang berkhianat, cinta yang tak kunjung datang, saudara yang entah dimana, sakit yang tak kunjung reda, amanah yang penuh tekanan, tugas yang tak kunjung usai, juga segala perkara yang membuat engkau seolah insan paling menderita didunia. :”)
                Selamat!! :”) Allah sedang jatuh cinta padamu. :”) Iya, Dia Sang Maha Cinta sedang menunjukkan cinta.Nya padamu. Meyakinkanmu bahwa sejatinya engkau insan hebat yang mampu dan kuat melewati masa penuh himpitan ini. :”) Bahwa engkau adalah insan terpilih untuk bisa menunjukkan pada dunia the power of tawakal :”). Sungguh, Allah tak akan menguji hamba.Nya melebihi batas kemampuan hamba.Nya. Percayalah :”)
                Tenang, kamupun tak sendiri. Selain Allah yang Maha dekat denganmu. Lebih dekat dari urat dileher, engkau tak pernah sendiri. Engkau memiliki banyak saudara yang siap ada untukmu. :”) Bisa orang dengan jarak terdekat atau insan dengan jarak berpuluh kilometer, namun kamu harus selalu percaya bahwa selalu ada saudara yang peduli pada saudaranya. :”).
                Dan jika nyata yang dekat bahkan enggan merapat. Selama kamu percaya pada the power of tawakal (berserah diri dan berpasrah hanya pada Allah SWT) seusai ikhtiarmu yang berpeluh, kamu telah memiliki apapun yang lebih berharga dibanding rekan dekat yang hatinya tertutup rapat. :”)
                Bunuh diri, memang salah satu jalan kembali. Kita paham bukan, bahkan kehidupan yang kita miliki ini bukan sesuatu yang kita minta, kehidupan adalah pemberian Allah SWT. Ketika kita diberi sesuatu, hendaknya kita jaga bukan? Kita manfaatkan dengan hal hal yang memang berguna untuk diri maupun sekitar. Dan hal tersebut berlaku untuk kehidupan kita yang hanya pemberian ini. Menjaganya untuk tetap melaju di jalur.Nya lalu menyiapkan diri agar pulangpun tetap dijalan.Nya. Masa iya, datang baik, pulang tak baik. Bagaimana rasanya jika mainan kita yang bagus lalu dipinjamkan pada teman lantas dikembalikan dalam keadaan tak bagus lagi? :”)
    ... وَ لاَ تَقْتُلُوْآ اَنْفُسَكُمْ، اِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا. النساء:29               
    ..... dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. [QS. An-Nisaa’ : 29]

                Kan, Allah itu memang sedang sangat menyayangimu, Saudaraku :”)